
Si Pemburu Gila dari Rat River: Buronan yang Nama Aslinya Mati Bersamanya
Pada 1931, seorang pemburu sendirian menembaki perburuan besar-besaran di seluruh Arktik Kanada, lalu tewas dalam pertempuran senjata terakhir. Hampir satu abad kemudian, tidak ada yang tahu pasti siapa sebenarnya ia.
Pada musim dingin 1931, Northwest Territories menjadi panggung salah satu perburuan paling aneh dalam sejarah modern.
Seorang pemburu penyendiri yang tinggal di dekat Rat River dituduh merusak jebakan milik orang lain. Ketika Royal Canadian Mounted Police datang untuk menanyainya, ia menolak bekerja sama. Ketika mereka kembali dengan surat perintah, ia membuka tembakan.
Seorang petugas terbunuh, seorang lagi terluka, dan orang asing itu lenyap ke dalam belantara Arktik.
Apa yang kemudian terjadi sungguh luar biasa. Ia menahan polisi dari dalam sebuah pondok kayu gelondongan, melarikan diri setelah para petugas meledakkan tempat itu dengan dinamit, dan kemudian memimpin pengejaran selama berminggu-minggu melintasi sungai-sungai beku dan pegunungan dalam kondisi musim dingin yang brutal. Surat kabar menyebutnya "Si Pemburu Gila dari Rat River."
Julukan itu melekat.
Nama aslinya tidak.
Ia tewas dalam pertempuran senjata terakhir pada Februari 1932, namun hampir satu abad kemudian para sejarawan masih tidak bisa memastikan siapa dia. Pria yang paling sering disebut Albert Johnson mungkin tidak pernah bernama Albert Johnson sama sekali.
Orang Asing di Rat River
Sang buronan muncul di kawasan Fort McPherson pada 1931 dan langsung mencolok. Ia berburu sendirian di sebuah pondok terpencil sekitar 130 kilometer dari pemukiman terdekat. Ia pendiam, sangat menjaga privasi, dan tidak tertarik untuk berteman.
Hal itu tidak biasa, tapi bukan sesuatu yang tak pernah terjadi. Wilayah utara menarik para gelandangan, penambang, veteran, dan pria-pria yang berusaha menghilang. Menciptakan identitas baru lebih mudah di perbatasan daripada di kota mana pun.
Meski begitu, warga lokal merasa tidak nyaman dengannya. Ia sedikit sekali memberitahukan tentang masa lalunya. Tidak ada yang tampaknya tahu dari mana tepatnya ia berasal, pekerjaan apa yang pernah ia lakukan sebelum berburu, atau bahkan apakah nama yang ia gunakan memang miliknya.
Masalah bermula ketika seorang pemburu dari Hudson's Bay Company menuduh orang asing itu merusak jebakan-jebakannya. Pada 26 Desember 1931, petugas RCMP datang ke pondok itu untuk menanyainya. Ia tetap bungkam.
Beberapa hari kemudian mereka kembali dengan kewenangan hukum untuk menggeledah tempat itu.
Itulah saat kasus ini berubah menjadi kekerasan.
Pengepungan Pondok
Pada malam Tahun Baru, polisi mendekati pondok itu lagi. Sekali lagi sang pemburu menolak meladeni. Lalu tembakan meletus dari dalam.
Konstabel Alfred King terbunuh. Seorang petugas lainnya terluka parah.
Kini orang asing itu bukan lagi sekadar penyendiri bermusuhan dalam sengketa jebakan. Ia adalah tersangka pembunuh yang menghadapi perburuan skala penuh.
RCMP mengepung pondok itu, namun sang pemburu terbukti tenang di bawah tekanan dan seorang penembak yang sangat jitu. Ia menggunakan dinding struktur kayu kecil itu sebagai perlindungan dengan sangat efektif sehingga para petugas kesulitan mendekat.
Akhirnya, polisi mendatangkan dinamit.
Setelah meledakkan pondok itu, mereka mengira konfrontasi telah berakhir. Sebaliknya mereka mendapati sang buronan telah melarikan diri melalui terowongan rahasia dan lenyap ke dalam musim dingin yang dalam.
Pelarian itulah yang menjadikan kisah ini legendaris.
Perburuan Besar di Arktik
Pengejaran yang kemudian terjadi memadukan dunia lama dan baru. Pesawat terbang digunakan untuk memantau sang buronan dari atas, sementara para pelacak pribumi membaca jejaknya di salju di bawah. Sedikit perburuan di era itu tampak seperti ini.
Dan sedikit pula tersangka yang bisa seperti orang ini.
Ia menempuh jarak yang mengagumkan dalam cuaca yang sangat dingin, melintasi negeri beku yang akan membuat kelelahan regu pencari yang dilengkapi peralatan lengkap sekalipun. Ia bergerak cepat, tetap sulit ditangkap, dan tampaknya mampu mengalahkan daya tahan para pria yang memiliki makanan, jumlah, dan dukungan resmi.
Surat kabar mengubahnya menjadi hantu perbatasan, setengah penjahat dan setengah mesin bertahan hidup. Sebagian dari itu adalah sensasionalisme, namun fakta intinya nyata: ia bertahan hidup di tempat di mana kebanyakan orang akan menyerah.
Hal itu membuatnya terkenal.
Hal itu tidak membuatnya lebih mudah diidentifikasi.
Pertempuran Terakhir
Pengejaran berakhir pada 17 Februari 1932, di dekat Eagle River di Yukon.
Terpojok di sebuah lembah sungai, sang buronan baku tembak dengan polisi dalam pertempuran terakhir dan tewas terbunuh.
Para penyidik menggeledah tubuh dan barang-barangnya mencari jawaban. Mereka menemukan senapan, uang tunai, perlengkapan praktis, dan hampir tidak ada yang dengan jelas mengungkap siapa ia sebelum Rat River. Tidak ada dokumen pribadi yang bisa dipercaya. Sidik jari tidak memberikan solusi yang definitif. Bahkan dalam kematian, ia sebagian besar tetap anonim.
Pihak berwenang menetapkan nama Albert Johnson, namun identifikasi itu sejak awal sudah goyah. Nama itu mungkin merupakan alias, nama pinjaman, atau sekadar label yang ditempelkan pada seorang pria yang tidak benar-benar dikenal oleh siapa pun.
Siapakah Dia?
Itulah inti dari kasus dingin ini.
Banyak buronan terkenal meninggalkan jasad dan biografi. Si Pemburu Gila meninggalkan jasad dan ruang kosong.
Beberapa penjelasan telah diajukan.
Seorang Imigran Skandinavia
Teori yang paling umum adalah bahwa ia berasal dari Skandinavia, kemungkinan Norwegia. Para saksi menggambarkannya berambut terang, bertubuh kekar, dan berpenampilan Eropa Utara. Itu akan cocok dengan pola migrasi era itu, ketika para pria bergerak melalui kamp-kamp penebangan, tambang, dan pemukiman perbatasan dengan sedikit sekali dokumen yang mengikuti mereka.
Namun itu hanyalah kemungkinan yang luas, bukan sebuah identitas.
Seorang Buronan dengan Masa Lalu yang Tersembunyi
Teori lain adalah bahwa ia sudah melarikan diri dari sesuatu sebelum tiba di Arktik. Kebungkamannya, sifat paranoidnya, dan penolakannya untuk menyerah semuanya mengisyaratkan seorang pria yang yakin bahwa penangkapan akan mengungkap lebih dari satu kejahatan.
Selama bertahun-tahun, para peneliti telah mencoba mencocokkannya dengan buronan-buronan Amerika dan pria-pria yang hilang. Tidak ada kecocokan yang diajukan cukup kuat untuk menutup kasus ini.
Tidak Gila Sama Sekali
Julukan "Pemburu Gila" mungkin lebih banyak mencerminkan surat kabar daripada orangnya.
Tidak ada dalam catatan yang membuktikan kegilaan. Ia defensif, kasar, dan sangat menyimpan rahasia, namun juga terorganisir, disiplin, dan tajam secara taktis. Itu terdengar lebih seperti ketidakpercayaan yang ekstrem daripada kegilaan. Ia mungkin pernah mengalami trauma, rusak secara sosial, atau sekadar bertekad untuk tidak pernah membiarkan negara menyentuhnya lagi.
Kasus untuk DNA Modern
Teori paling menjanjikan yang terbaru sebenarnya bukan teori tentang masa lalunya, melainkan sebuah metode untuk memulihkannya. Para peneliti sudah lama berargumen bahwa genealogi forensik modern akhirnya bisa mengidentifikasinya jika sisa-sisa yang bisa digunakan diuji terhadap garis keturunan keluarga.
Ada klaim-klaim sesekali tentang kemajuan, namun belum ada jawaban yang diterima secara universal. Misteri ini tetap tantalisingly dekat dengan terpecahkan namun masih belum terpecahkan.
Mengapa Kisah Ini Masih Menghantui Para Sejarawan
Kisah Si Pemburu Gila bertahan karena memiliki semua yang diinginkan orang dari sebuah kasus dingin: latar yang terpencil, pengepungan yang penuh kekerasan, pelarian yang mustahil, pertempuran terakhir, dan seorang pria yang tampaknya muncul dari ketiadaan.
Namun alasan sebenarnya ia terus berlama-lama lebih sederhana dari itu. Kita tahu bagaimana ia bertarung. Kita tahu ke mana ia berlari. Kita tahu bagaimana ia mati.
Kita tidak tahu siapa ia ketika tidak ada yang mengejarnya.
Ketiadaan awal itu mengubah seluruh cerita. Tanpa nama asli, tidak ada biografi yang lengkap, tidak ada motif yang jelas, tidak ada masa lalu yang bisa ditempatkan sebelum rentetan tembakan. Hanya ada seorang tokoh yang melangkah masuk ke catatan sejarah pada saat krisis.
Mungkin itulah tepatnya yang ia inginkan. Barangkali ia pergi ke utara untuk menghapus dirinya sendiri dan hampir berhasil. Atau mungkin kebenarannya bersifat biasa, dan catatan-catatan yang bisa menjelaskannya hanya saja hilang.
Bagaimanapun juga, berkas itu tetap terbuka dalam makna yang paling manusiawi.
Si Pemburu Gila dari Rat River terbunuh pada 1932.
Pria di balik legenda itu tidak pernah sepenuhnya tertangkap.
Mau Menginterogasi Para Tersangka?
Ngobrol dengan tokoh sejarah dan ungkap kebenaran di balik misteri terbesar sepanjang masa.
Mulai PenyelidikanJangan lewatkan satu misteri pun
Dapatkan investigasi terbaru di kotak masukmu
Ulasan mendalam mingguan tentang kasus tak terpecahkan, Hollywood vs. sejarah, dan peradaban kuno. Tanpa spam. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.


