BerandaSemua Cerita
Kejahatan & Rahasia
Malapetaka & Takdir
Legenda & Rival
Sejarah yang Hidup
Coba Aplikasinya
Pencurian Mona Lisa: Ketika Seorang Pekerja Membuatnya Terkenal
11 Jul 2026Perampokan & Penipuan5 menit baca

Pencurian Mona Lisa: Ketika Seorang Pekerja Membuatnya Terkenal

Pada 1911, seorang pekerja serabutan Louvre bersembunyi semalaman, lalu berjalan keluar dengan Mona Lisa terselip di balik jubah kerjanya, mengubah lukisan yang dihormati menjadi karya seni paling terkenal di dunia.

Pada pagi hari 22 Agustus 1911, seorang pelukis bernama Louis Beroud tiba di Louvre untuk membuat sketsa Mona Lisa dan mendapati empat paku besi tertancap di dinding yang kosong. Staf museum awalnya mengira lukisan itu sedang dipindahkan untuk keperluan pemotretan, sesuatu yang lazim terjadi. Butuh hampir sehari penuh sebelum ada yang mau menerima kenyataan yang sebenarnya: potret karya Leonardo da Vinci, yang telah tergantung di Louvre sejak era Napoleon, telah lenyap.

Tanda yang Ditinggalkan

Pada 1911, Mona Lisa sudah menjadi karya yang dihormati di Salon Carre milik Louvre, dikagumi para sejarawan seni dan sesekali dibahas dalam buku panduan wisata, tetapi ia belum menjadi fenomena budaya seperti sekarang. Keamanan di Louvre, salah satu museum terbesar di dunia, terkenal longgar. Lukisan-lukisan dilindungi terutama oleh kotak kacanya dan oleh asumsi bahwa tidak ada orang yang bisa begitu saja mengangkat sebuah mahakarya dari dinding di gedung yang penuh penjaga dan pengunjung. Museum ini tutup untuk umum setiap hari Senin demi pembersihan dan perawatan, yang berarti galeri-galeri pada 21 Agustus itu hanya dijaga oleh para pekerja, bukan kerumunan yang waspada.

Pelaku dan Rencananya

Sang pencuri adalah Vincenzo Peruggia, seorang imigran Italia dan pekerja serabutan yang pernah bekerja untuk perusahaan kaca kontrak Louvre pada 1910, membuat kotak kaca pelindung yang sama yang saat itu menutupi Mona Lisa. Ia mengenal ruangan itu, mengenal rutinitasnya, dan konon masih menyimpan jubah kerja putih seperti yang dikenakan staf Louvre, yang memungkinkannya berjalan di dalam gedung tanpa menarik perhatian. Tidak ada bukti kuat bahwa ada kaki tangan yang bertindak bersamanya di dalam museum hari itu, meski belakangan muncul rumor tentang konspirasi yang lebih luas; para penyidik dan sebagian besar sejarawan memperlakukan pencurian ini pada dasarnya sebagai aksi tunggal yang dibantu oleh pengetahuan orang dalam tentang jadwal tutup museum setiap Senin.

Aksinya

Peruggia masuk ke Louvre pada hari Minggu, 20 Agustus, bersama para pengunjung umum, lalu bersembunyi semalaman, konon di sebuah gudang penyimpanan, sampai penutupan museum pada hari Senin membuat galeri-galeri kosong dari pengunjung. Pada Senin pagi, ia melepas Mona Lisa dari kotak dan bingkainya, membungkus atau membawa panel lukisan itu di balik jubahnya, lalu berjalan keluar begitu saja melalui tangga layanan. Satu catatan menyebutkan bahwa sebuah pintu terkunci sempat menghalanginya menuju jalan, dan seorang tukang ledeng yang kebetulan bekerja di dekat situ membantunya mendobrak pintu tersebut, tanpa menyadari apa yang tersembunyi di balik jubah kerja itu. Peruggia melangkah keluar ke jalanan Paris dengan lukisan paling terkenal di dunia Barat terselip di tubuhnya, lalu membawanya pulang ke apartemen kecilnya, tempat ia menyimpannya di dalam peti berdasar palsu.

Dua Tahun Terungkapnya Misteri

Penyelidikan awal menjadi tontonan publik sekaligus rasa malu tersendiri bagi pihak berwenang. Polisi Prancis mengambil sidik jari dari lokasi kejadian, mewawancarai staf, dan mengejar banyak petunjuk palsu. Detektif menahan penyair Guillaume Apollinaire, yang rekannya, Gery Pieret, sebelumnya pernah mencuri patung-patung kecil Iberia dari Louvre yang berakhir, secara memalukan, di tangan sahabat Apollinaire, Pablo Picasso. Keduanya diinterogasi, dan Picasso konon sempat panik hingga mempertimbangkan membuang patung-patung itu ke Sungai Seine sebelum akhirnya bekerja sama; tidak satu pun dari mereka berkaitan dengan pencurian Mona Lisa dan keduanya dibebaskan. Direktur Louvre mengundurkan diri akibat skandal ini, dan surat kabar di seluruh dunia memberitakan kisah ini selama berminggu-minggu, membuat dinding kosong di Salon Carre menjadi semacam daya tarik wisata tersendiri.

Sementara itu, Peruggia terus menyembunyikan lukisan itu di apartemennya di Paris selama lebih dari dua tahun, tampaknya tidak yakin bagaimana cara memperoleh keuntungan darinya atau enggan mengambil risiko memindahkannya. Pada Desember 1913, ia menulis surat kepada Alfredo Geri, seorang pedagang seni di Florence, menggunakan nama samaran Leonardo Vincenzo dan menawarkan untuk menjual apa yang ia sebut sebagai Mona Lisa yang dicuri, konon membingkai tawarannya sebagai tindakan patriotik untuk mengembalikan karya seni Italia ke tanah Italia. Geri, yang skeptis namun tertarik, mengatur pertemuan dan mengajak Giovanni Poggi, direktur Galeri Uffizi, untuk memastikan keasliannya. Peruggia mengeluarkan lukisan itu dari sebuah peti di kamar hotelnya. Poggi memastikan keasliannya dengan membandingkannya terhadap tanda inventaris Louvre sendiri di bagian belakang panel. Peruggia ditangkap dalam hitungan hari.

Sikap di Persidangan, dan Ke Mana Lukisan Itu Pergi

Di persidangan di Italia, Peruggia berdalih bahwa ia bertindak atas dasar patriotisme, mengklaim bahwa Mona Lisa telah dijarah dari Italia oleh Napoleon dan bahwa ia hanya bermaksud membawanya pulang. Klaim ini tidak terbukti secara historis: Leonardo sendiri yang membawa lukisan itu ke Prancis menjelang akhir hayatnya dan menjualnya, atau lukisan itu masuk ke koleksi kerajaan Prancis melalui kesepakatan Leonardo sendiri dengan Raja Francis I, jauh sebelum era Napoleon. Meski begitu, bingkai naratif patriotik ini menggema di kalangan publik Italia yang bersimpati kepada seorang sesama warga yang, betapapun canggungnya, telah mempermalukan Prancis. Peruggia menerima hukuman yang relatif ringan, konon sekitar satu tahun, kemudian dikurangi pada tingkat banding menjadi sekitar tujuh bulan, yang sebagian besar sudah ia jalani selama menunggu persidangan.

Mona Lisa sempat berkeliling Italia, dipamerkan di Florence, Roma, dan Milan di hadapan kerumunan besar, sebelum kembali ke Louvre pada awal 1914 dengan sambutan yang jauh lebih meriah dibandingkan sebelum ia menghilang.

Mengapa Kisah Ini Masih Memikat

Pencurian Mona Lisa adalah salah satu perampokan langka yang warisan sejatinya nyaris tidak ada hubungannya dengan nilai uang hasil curian, melainkan seluruhnya soal publisitas. Sebelum 1911, lukisan ini hanyalah satu dari banyak karya yang dihormati di Louvre. Perburuan dua tahun, tuduhan palsu terhadap seorang pelukis terkenal, dan penemuan kembali yang berasal dari peti seorang pekerja di sebuah hotel di Florence, menghasilkan tingkat liputan surat kabar global yang tidak mungkin dicapai hanya dengan pujian akademis sebesar apa pun. Para sejarawan seni telah lama berpendapat bahwa pencurian ini, lebih dari faktor tunggal mana pun sebelum atau sesudahnya, adalah yang mengubah Mona Lisa dari sebuah potret Renaisans yang dihormati menjadi gambar paling dikenal dalam sejarah seni Barat, sebuah status yang terus bertambah kuat seiring setiap dekade berikutnya melalui pariwisata, reproduksi, dan referensi budaya populer.

Pertanyaan Keamanan yang Tak Ada yang Mau Menjawab

Pencurian ini juga mengungkap betapa minimnya perlindungan serius yang dimiliki museum-museum besar untuk koleksi paling berharga mereka pada awal abad ke-20. Respons Louvre cukup signifikan: sistem alarm baru, pengawasan yang lebih ketat atas siapa yang memiliki akses ke galeri mana, dan profesionalisasi keamanan museum secara umum yang menyebar ke institusi-institusi besar lain di Eropa begitu skala rasa malu ini menjadi jelas. Dibutuhkan seorang tukang cat rumah dengan jubah kerja lama dan sebuah peti berdasar palsu untuk membuktikan, dengan cara paling terbuka yang bisa dibayangkan, bahwa sebuah mahakarya bisa lenyap dari dinding museum dan tetap hilang selama dua tahun tanpa seorang pun di Paris tahu sedikit pun keberadaannya.

Motif Peruggia, Masih Diperdebatkan

Para sejarawan masih terpecah soal seberapa tulus patriotisme yang diakui Peruggia dan seberapa besar hal itu direkayasa belakangan untuk melunakkan hakim juri dan publik Italia yang bersimpati. Beberapa catatan belakangan menyebutkan bahwa ia mungkin terseret ke dalam rencana ini, atau setidaknya didorong, oleh seorang penipu bernama Eduardo de Valfierno yang konon berencana menjual salinan palsu kepada kolektor kaya Amerika dengan memanfaatkan pencurian asli sebagai bukti bahwa "yang asli" yang dijualnya memang otentik. Kisah Valfierno hampir seluruhnya bersandar pada catatan seorang jurnalis tunggal yang diterbitkan bertahun-tahun kemudian dan dipandang oleh sebagian besar sejarawan dengan keraguan besar, karena tidak ada bukti sezaman dari penyelidikan 1911 yang mendukungnya. Yang terdokumentasi dengan baik justru lebih sederhana dan, dengan caranya sendiri, lebih luar biasa: satu orang, pengetahuan orang dalam tentang rutinitas hari Senin sebuah museum, dan dua tahun keberanian, atau mungkin sekadar keraguan, menyimpan benda paling berharga yang pernah ia sentuh seumur hidupnya.

Jawaban Singkat

Pertanyaan umum seputar topik ini

Siapa yang mencuri Mona Lisa?

Vincenzo Peruggia, seorang pekerja serabutan asal Italia yang sebelumnya bekerja di Louvre untuk membuat kotak kaca pelindung untuk lukisan-lukisan, termasuk Mona Lisa itu sendiri. Ia mengambil lukisan tersebut pada 21 Agustus 1911.

Berapa lama Mona Lisa menghilang?

Lukisan itu hilang selama lebih dari dua tahun, dari Agustus 1911 hingga Desember 1913, ketika Peruggia mencoba menjualnya kepada seorang pedagang seni di Florence dan akhirnya tertangkap.

Mengapa pencurian ini membuat Mona Lisa begitu terkenal?

Sebelum 1911, Mona Lisa dihormati di kalangan pakar seni tetapi belum menjadi ikon global. Pencurian ini memicu liputan surat kabar di seluruh dunia, perburuan internasional, dan dua tahun rasa penasaran publik, yang mengubahnya menjadi lukisan paling dikenal di dunia pada saat ia ditemukan kembali.

Benarkah Pablo Picasso pernah menjadi tersangka?

Benar. Picasso dan penyair Guillaume Apollinaire sempat ditahan dan diinterogasi karena sekretaris Apollinaire pernah mencuri patung-patung kecil Iberia dari Louvre yang akhirnya berada di tangan Picasso. Keduanya sama sekali tidak terkait dengan pencurian Mona Lisa, dan keduanya dibebaskan.

Interogasi Para Pencuri

Ngobrol dengan detektif dan dalang di balik perampokan paling berani dalam sejarah.

Pecahkan Kasusnya

Gabung HistorIQly Club

Jadilah lebih cerdas soal masa lalu.

Cerita mingguan, ulasan mendalam, dan konten eksklusif langsung ke kotak masukmu.

Tanpa spam. Bisa berhenti kapan saja.