BerandaSemua Cerita
Kejahatan & Rahasia
Malapetaka & Takdir
Legenda & Rival
Sejarah yang Hidup
Coba Aplikasinya
Cope vs. Marsh: Perang Tulang yang Membangun Paleontologi Amerika
12 Jul 2026Rivalitas Besar5 menit baca

Cope vs. Marsh: Perang Tulang yang Membangun Paleontologi Amerika

Edward Drinker Cope dan Othniel Charles Marsh berubah dari rekan yang akrab menjadi rival yang saling membenci, berlomba memberi nama dinosaurus baru sembari menghancurkan reputasi satu sama lain di sepanjang jalan.

Pada musim semi tahun 1890, para pembaca New York Herald menyaksikan dua ilmuwan paling terkemuka di Amerika saling menuduh melakukan penipuan, ketidakcakapan, dan pencurian secara terbuka, dalam sebuah seri artikel halaman depan yang lebih terasa seperti berkas gugatan cerai daripada berita sains. Kedua orang yang saling menuduh itu adalah Edward Drinker Cope dan Othniel Charles Marsh, dan pada titik itu mereka telah menghabiskan hampir dua dekade berusaha membangkrutkan, mengungguli, dan mempermalukan satu sama lain di seluruh ranjau fosil wilayah Barat Amerika. Di sepanjang perjalanan itu, dalam apa yang kemudian dikenal sebagai Perang Tulang (Bone Wars), mereka memberi dunia hampir semua nama dinosaurus yang bisa disebutkan orang kebanyakan hari ini.

Taruhannya

Di atas kertas, yang diperebutkan Cope dan Marsh sederhana saja: siapa yang bisa menemukan, menggali, dan secara resmi mendeskripsikan spesies prasejarah baru dalam jumlah terbanyak, dan melakukannya lebih dulu. Pada tahun 1870-an dan 1880-an, wilayah Barat Amerika sedang dibuka lebar oleh pembangunan jalur kereta api dan ekspedisi survei pemerintah, dan wilayah itu menghasilkan harta karun fosil yang nyaris tak terpercaya, kerangka utuh hewan-hewan yang belum pernah dilihat ilmuwan mana pun. Menjadi yang pertama menerbitkan deskripsi ilmiah suatu spesies baru berarti nama Anda akan melekat padanya selamanya. Bagi dua orang dengan ego yang sangat besar dan ambisi ilmiah yang tulus, itu sepadan dengan hampir semua pengorbanan.

Di balik taruhan ilmiah itu, ada sesuatu yang lebih remeh dan lebih pribadi. Cope dan Marsh dulunya berhubungan baik, saling berkorespondensi sebagai rekan dan bahkan saling memberi nama spesies dengan nama satu sama lain di awal karier mereka. Keakraban itu tidak bertahan setelah sebuah insiden di akhir tahun 1860-an, ketika Cope, yang bekerja terburu-buru untuk menerbitkan deskripsi seekor reptil laut fosil besar yang ia namai Elasmosaurus, merekonstruksi kerangkanya dengan tengkorak terpasang di ekor, bukan di leher. Menurut beberapa catatan, Marsh-lah yang pertama kali menyadari kesalahan itu dan memastikan hal tersebut diketahui luas di kalangan komunitas kecil paleontolog vertebrata Amerika. Cope konon berusaha membeli seluruh cetakan jurnal tempat kesalahannya dimuat, dalam upaya yang gagal untuk mencegahnya beredar. Rasa malu itu tidak pernah benar-benar sembuh, dan hal itu menentukan nada bagi semua yang terjadi sesudahnya.

Argumen Cope

Cope layak didengar menurut versinya sendiri, karena menurut ukuran yang wajar mana pun, ia adalah naturalis yang brilian dan sangat produktif. Ia memiliki kekayaan pribadi dari keluarga Quaker Philadelphia, yang memungkinkannya mendanai ekspedisinya sendiri tanpa perlu menunggu persetujuan lembaga mana pun, dan minat ilmiahnya jauh melampaui dinosaurus, merambah ke ikan, reptil, dan amfibi, bidang-bidang yang ia tulis secara produktif dan masih dikutip hingga hari ini. Cope bekerja dengan kecepatan luar biasa, sering memberi nama spesies baru hanya dalam hitungan minggu setelah spesimen tiba di mejanya, dan koleksi fosil pribadinya, yang kemudian dijual ke American Museum of Natural History, tetap penting secara ilmiah.

Para pembela Cope menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi ilmuwan lapangan yang lebih gesit di antara keduanya, bersedia bepergian sendiri ke lokasi-lokasi terpencil dan berbahaya alih-alih sepenuhnya mengandalkan tim bayaran, dan bahwa gaya publikasinya yang cepat, betapa pun mahal harganya bagi akurasi, mencerminkan kegembiraan tulus terhadap materi yang ditemukannya, bukan sekadar upaya mengumpulkan angka. Ia juga memiliki daya tarik pribadi yang tidak dimiliki rivalnya: menurut catatan dari tahun-tahun terakhir hidupnya, Cope begitu berkomitmen pada gagasan bahwa kecerdasan dan anatomi manusia bisa dipelajari secara ilmiah sehingga ia mewariskan tengkoraknya sendiri untuk sains, konon mengusulkan agar tengkoraknya dijadikan spesimen tipe bagi spesies manusia, sekaligus menantang Marsh untuk melakukan hal yang sama. Marsh tidak menerima tantangan itu.

Argumen Marsh

Posisi Marsh bertumpu pada landasan kelembagaan yang lebih kokoh. Sebagai profesor di Yale dan kepala de facto Museum Peabody milik universitas itu, yang sebagian didanai oleh pamannya yang kaya raya, sang filantropis George Peabody, Marsh memiliki sumber daya, staf, dan rumah ilmiah tetap yang tidak bisa sepenuhnya ditandingi oleh kekayaan pribadi Cope, sebesar apa pun itu. Marsh kemudian diangkat sebagai paleontolog resmi pertama Survei Geologi Amerika Serikat, sebuah jabatan yang memberinya dukungan dan akses federal yang sangat dibenci Cope, yang bekerja sebagai operator swasta.

Para pendukung Marsh berargumen bahwa ia adalah ilmuwan yang lebih hati-hati dan sistematis di antara keduanya, lebih cenderung memverifikasi sebuah spesimen sebelum buru-buru menerbitkan deskripsinya, meskipun kehati-hatian itu terkadang berarti kalah dalam perlombaan memberi nama spesies lebih dulu. Ia juga membangun operasi lapangan yang benar-benar mumpuni, mengirim tim ke ranjau-ranjau fosil yang baru dibuka di Wyoming, Colorado, dan Nebraska, termasuk situs Como Bluff di Wyoming yang sangat produktif, dan membayar para penggalinya cukup baik agar tetap setia, setidaknya untuk sementara waktu. Betapa pun besar kekurangan pribadinya, Marsh membangun sebuah institusi yang bertahan lebih lama daripada perseteruan itu sendiri.

Bentrokan-bentrokan

Persaingan ini terutama berlangsung di lapangan, bukan di ruang kuliah. Kedua orang itu mengirim tim yang saling bersaing ke lokasi-lokasi kaya fosil yang sama di wilayah Barat Amerika, dan persaingan itu berubah menjadi permusuhan terbuka: tim-tim tersebut konon saling memata-matai lokasi penggalian, berusaha membajak para pemburu fosil satu sama lain dengan bayaran yang lebih tinggi, dan dalam beberapa kasus yang terdokumentasi, menghancurkan atau mengubur fosil yang tidak bisa mereka bawa, khusus agar tidak jatuh ke tangan rival mereka. Cope dan Marsh sama-sama menggunakan kekayaan pribadi mereka yang besar untuk menyuap pekerja kereta api, operator tambang, dan informan lokal demi mendapatkan informasi tentang temuan fosil baru sebelum pihak lain mendengarnya.

Perseteruan itu akhirnya meluas jauh melampaui ranjau fosil. Kedua orang itu menggunakan posisi mereka untuk menyerang kredibilitas ilmiah satu sama lain di jurnal-jurnal dan pertemuan-pertemuan perkumpulan ilmiah, dan pada tahun 1890 pertikaian itu menjadi tontonan publik ketika New York Herald menerbitkan serangkaian artikel yang di dalamnya masing-masing pihak menuduh yang lain melakukan plagiarisme, pencurian spesimen, dan penipuan ilmiah yang terang-terangan. Terbongkarnya perseteruan itu ke publik mempermalukan kalangan ilmiah Amerika secara lebih luas dan merusak reputasi kedua orang itu, justru pada saat reputasi mereka seharusnya berada di puncaknya.

Putusan: Siapa yang Menang, dan Berapa Harganya

Dari segi angka, Marsh unggul. Ia memberi nama sekitar 80 spesies baru selama masa aktif perseteruan itu, dibandingkan sekitar 56 milik Cope, dan ia mempertahankan posisinya di Yale serta kondisi keuangan yang relatif stabil hingga kematiannya pada tahun 1899. Sebaliknya, Cope telah menjual sebagian besar koleksi fosil pribadinya menjelang akhir hidupnya untuk menutupi utang yang menumpuk, dan ia meninggal pada tahun 1897 dalam keadaan yang jauh lebih memprihatinkan, bekerja dari ruangan-ruangan sempit dan berantakan di Philadelphia, bukan dari laboratorium lembaga yang layak.

Namun kemenangan angka itu memakan biaya nyata bagi kedua belah pihak. Perseteruan publik ini menghabiskan kekayaan di kedua sisi, mendanai ekspedisi yang tergesa-gesa dan sengketa hukum atas kepemilikan spesimen, bukannya sains yang cermat, dan meninggalkan noda pada reputasi keduanya di dalam komunitas ilmiah yang masing-masing berharap untuk mereka pimpin. Ini adalah pola yang familier dalam rivalitas-rivalitas sejarah: seperti pertarungan Tesla dan Edison memperebutkan arus listrik mana yang akan menggerakkan dunia modern, sosok yang menang secara teknis dan sosok yang lebih dikenang secara romantis ternyata adalah dua orang yang berbeda. Marsh mengamankan warisan kelembagaan, tetapi justru kecemerlangan Cope yang gelisah dan tidak merata itulah yang oleh banyak sejarawan sains dianggap sebagai kisah yang lebih menggugah simpati.

Yang pada akhirnya tidak bisa direbut satu sama lain adalah skala dari apa yang sebenarnya telah mereka bangun. Bersama-sama, tim-tim rival milik Cope dan Marsh menemukan dan memberi nama lebih banyak spesies prasejarah dibandingkan dua ilmuwan mana pun sebelum atau sesudahnya, meletakkan fondasi fisik, secara harfiah, bagi kajian modern tentang dinosaurus. Marsh memenangkan perdebatan itu. Tetapi fosil-fosil yang mereka perebutkan memenangkan perdebatan yang jauh lebih penting.

Jawaban Singkat

Pertanyaan umum seputar topik ini

Siapa yang memenangkan Perang Tulang antara Cope dan Marsh?

Dari segi angka, Othniel Charles Marsh yang menang: ia memberi nama sekitar 80 spesies baru, dibandingkan sekitar 56 milik Cope, memegang posisi yang mapan di Museum Peabody milik Yale, dan menjabat sebagai paleontolog pertama Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Marsh juga meninggal dengan kondisi keuangan yang relatif utuh, sementara Cope telah menjual sebagian besar koleksinya dan meninggal dengan kondisi yang jauh lebih memprihatinkan. Para sejarawan umumnya menobatkan Marsh sebagai pemenang secara taktis, sementara warisan ilmiah Cope dianggap lebih berwarna dan, dalam beberapa hal, lebih berpengaruh.

Sebenarnya apa yang diperebutkan Cope dan Marsh?

Secara resmi, keduanya berlomba menemukan, memberi nama, dan menerbitkan deskripsi spesies dinosaurus dan fosil vertebrata baru dari wilayah Barat Amerika sebelum yang lain berhasil melakukannya lebih dulu. Di baliknya, persaingan ini didorong oleh harga diri yang terluka, kecemburuan profesional, dan dendam pribadi yang bermula dari sebuah kesalahan memalukan yang dibuat Cope di awal kariernya, kesalahan yang sengaja disebarluaskan Marsh ke seluruh komunitas ilmiah.

Bagaimana Perang Tulang ini bermula?

Keduanya adalah rekan yang akrab pada tahun 1860-an, sampai Marsh, menurut berbagai catatan, secara terbuka menunjukkan bahwa Cope telah merekonstruksi kerangka fosil plesiosaurus bernama Elasmosaurus dengan tengkorak terpasang di ujung yang salah, keliru mengira ekor sebagai leher. Cope berusaha membeli dan memusnahkan seluruh cetakan makalahnya sendiri untuk menutupi kesalahan itu, dan rasa malu tersebut mengubah persahabatan mereka menjadi perseteruan yang berlangsung puluhan tahun.

Berapa banyak dinosaurus yang ditemukan oleh Cope dan Marsh?

Bersama-sama, kedua orang ini beserta tim lapangan mereka memberi nama lebih dari 100 spesies baru dinosaurus dan hewan prasejarah lainnya selama Perang Tulang pada tahun 1870-an dan 1880-an, termasuk genus-genus yang masih diajarkan di sekolah hingga sekarang: Marsh memberi nama Triceratops, Stegosaurus, Allosaurus, dan Diplodocus, sementara Cope memberi nama Camarasaurus, Coelophysis, dan Dimetrodon.

Dengar Kedua Belah Pihak

Ngobrol dengan rival-rival paling sengit dalam sejarah dan putuskan siapa yang benar.

Pilih Pihakmu

Gabung HistorIQly Club

Jadilah lebih cerdas soal masa lalu.

Cerita mingguan, ulasan mendalam, dan konten eksklusif langsung ke kotak masukmu.

Tanpa spam. Bisa berhenti kapan saja.