
Hilangnya Asha Degree: Gadis yang Berjalan Masuk ke Dalam Badai
Pada 14 Februari 2000, seorang gadis 9 tahun meninggalkan rumahnya pukul 4 pagi di tengah hujan lebat yang membeku dan lenyap selamanya. Apa yang membuat Asha Degree berjalan ke dalam kegelapan?
Pada dini hari tanggal 14 Februari 2000, sesuatu mendorong Asha Degree yang baru berusia sembilan tahun untuk bangun dari tempat tidurnya yang hangat, mengepak tas sekolahnya, dan berjalan keluar ke tengah hujan lebat yang membekukan di North Carolina. Waktu itu sekitar pukul 04.00 pagi. Suhu mendekati titik beku. Hujan deras menampar jalanan pedesaan di Cleveland County.
Ia tidak pernah terlihat lagi.
Yang membuat kasus ini terus menghantui para penyidik seperempat abad kemudian bukan sekadar fakta bahwa seorang anak hilang — melainkan karena setiap detail bertentangan dengan nalar. Asha Degree dikenal sebagai anak yang pemalu dan penurut, takut pada anjing dan sangat takut pada badai. Ia tidak punya alasan untuk pergi. Ia tidak memberitahu siapa pun rencananya. Namun beberapa saksi melihatnya berjalan sendirian di sepanjang Highway 18 dalam kegelapan, dan ketika seorang pengemudi berbalik untuk membantunya, ia justru lari masuk ke hutan.
Mengapa seorang anak berusia sembilan tahun melakukan semua ini?
Hari Valentine, 2000
Asha tinggal bersama kedua orang tuanya, Harold dan Iquilla Degree, serta kakak laki-lakinya O'Bryant, di sebuah rumah kecil di Shelby, North Carolina. Menurut semua orang, keluarga ini dekat dan stabil. Harold bekerja di perusahaan pengolahan panas setempat. Iquilla bekerja di panti jompo. Anak-anak bersekolah di Fallston Elementary School dan aktif di gereja.
Malam tanggal 13 Februari berlangsung seperti biasa. Keluarga menghadiri kebaktian gereja, pulang ke rumah, dan pergi tidur. Asha berbagi kamar dengan kakaknya. Orang terakhir yang melihatnya adalah sang ayah, Harold, yang memeriksa anak-anak sekitar pukul 02.30 dini hari ketika listrik berkedip-kedip akibat badai.
Kedua anak itu ada di tempat tidur masing-masing.
Suatu saat antara pukul 02.30 dan 04.00 dini hari, Asha bangun, mengepak tas sekolahnya dengan pakaian dan barang-barang pribadi, lalu keluar melalui pintu belakang. Ia mengenakan celana jins putih, kemeja lengan panjang putih, dan sepatu kets putih. Ia meninggalkan jaketnya.
Pergi ke tengah hujan lebat yang membekukan. Dalam gelap. Sendirian.
Kesaksian Para Saksi
Yang membedakan kasus Asha dari kasus hilangnya anak-anak lain adalah fakta bahwa beberapa saksi yang dapat dipercaya melihatnya berjalan di sepanjang Highway 18 malam itu.
Sekitar pukul 04.00, seorang sopir truk bernama Jeff Ruppe melihat seorang gadis kecil berjalan ke arah selatan di Highway 18 dekat sebuah tikungan. Pemandangan itu sangat tidak biasa — seorang anak, sendirian, dalam hujan — sehingga ia menelepon 911 ketika sampai di tempat kerjanya beberapa jam kemudian. Ia tidak berhenti karena khawatir tampak mencurigakan jika seorang pria dewasa mendekati anak perempuan di tengah malam.
Pengemudi lain, Roy Blanton, juga melihatnya di waktu yang hampir bersamaan. Ia begitu khawatir hingga memutar balik mobilnya untuk memeriksa keadaan gadis itu. Ketika sorot lampunya menyinari Asha, gadis itu berlari meninggalkan jalan dan masuk ke hutan dekat sebuah gudang. Blanton berasumsi anak itu lari darinya dan melanjutkan perjalanannya, tidak ingin lebih menakuti sang anak.
Tidak satu pun dari dua pria itu menyadari bahwa dalam beberapa jam kemudian, sebuah keluarga yang panik akan mencari seorang anak yang hilang.
Pencarian
Ketika ibu Asha pergi membangunkan anak-anak untuk sekolah sekitar pukul 06.30, ia mendapati tempat tidur putrinya kosong. Keluarga menggeledah rumah, halaman, dan lingkungan sekitar. Mereka menghubungi sanak saudara. Tidak ada yang melihatnya.
Menjelang siang, pencarian meluas hingga melibatkan ratusan relawan, penegak hukum, dan anjing pelacak. FBI bergabung dalam hitungan hari. Helikopter menyisir kawasan itu. Hutan di sepanjang Highway 18 digeledah berulang kali.
Tiga hari setelah pencarian dimulai, penyidik menemukan bukti fisik pertama. Di dalam sebuah gudang dekat lokasi tempat para saksi melihat Asha lari ke hutan, mereka menemukan sejumlah barang: bungkus permen, sebuah pensil, bros rambut berbentuk Mickey Mouse yang dikonfirmasi keluarga sebagai milik Asha, dan — yang paling penting — fotokopi sebuah halaman buku.
Halaman itu berasal dari buku anak-anak berjudul McElligot's Pool karya Dr. Seuss, tetapi bukan dari buku milik Asha maupun dari perpustakaan sekolahnya. Seseorang telah memfotokopinya. Siapa? Mengapa Asha membawanya?
Tas Sekolah
Selama tujuh belas bulan, penyelidikan berjalan di tempat. Kemudian, pada Agustus 2001, para pekerja konstruksi yang menyelesaikan proyek pelebaran jalan di sepanjang Highway 18 — kali ini 26 mil ke utara dari Shelby, di Burke County — menemukan sesuatu.
Dikubur di dalam kantong sampah plastik, dibungkus rapat dan dengan sengaja, adalah tas sekolah milik Asha.
Di dalamnya terdapat sebagian pakaian dan barang-barang pribadinya. Tas itu dibungkus ganda dengan plastik hitam, jelas merupakan upaya untuk menyimpan atau menyembunyikannya. Lokasi penemuan tidak masuk akal — letaknya di arah yang berlawanan dari tempat para saksi melihat Asha berjalan, 26 mil jauhnya dari titik ia menghilang.
Seseorang telah mengubur tas itu. Seseorang yang mengetahui apa yang terjadi pada Asha Degree.
Berbagai Teori
Teori yang paling banyak dianut di kalangan penyidik adalah bahwa Asha pergi untuk menemui seseorang. Perencanaan yang matang — mengepak tas, pergi pada waktu tertentu — menunjukkan bahwa ini bukan tindakan impulsif. Fakta bahwa ia berjalan ke arah tertentu menunjukkan ia memiliki tujuan. Dan fakta bahwa ia berlari ketika para pengemudi mendekatinya menunjukkan ia telah diperingatkan untuk tidak berbicara dengan siapa pun.
Tapi siapa orang itu?
FBI meyakini ada orang dewasa yang terlibat dalam merayunya untuk keluar. Pada 2016, mereka merilis gambar dua barang yang ditemukan bersama tas sekolah dan tidak pernah dipublikasikan sebelumnya: sebuah kaos konser New Kids on the Block dan sebuah salinan McElligot's Pool. Keduanya bukan milik Asha. FBI meminta siapa saja yang mengenali barang-barang ini — mungkin sebagai hadiah dari seseorang yang mengenal Asha — untuk melapor.
Seseorang memberikan barang-barang itu kepada Asha. Seseorang yang cukup dekat dengannya untuk memberikan hadiah yang tidak pernah dilihat oleh keluarganya.
Teori-teori lain telah diusulkan dan diselidiki. Ada yang bertanya-tanya apakah Asha sedang tidur sambil berjalan, meski hal ini tidak menjelaskan tas yang telah dikepak atau jarak yang ia tempuh. Ada juga yang menunjuk pada kecelakaan mobil yang dialami keluarga beberapa hari sebelumnya — mungkin trauma itu mempengaruhinya lebih dari yang siapa pun sadari. Pertandingan bola basket yang ia ikuti malam sebelum kepergiannya berjalan buruk; sebagian berpendapat ia kecewa dengan penampilannya.
Tidak ada satu pun penjelasan ini yang bisa menerangkan tas yang dikubur, barang-barang asing, atau perencanaan yang tampak jelas.
Dua Puluh Lima Tahun Keheningan
Pada 2022, penyidik mengeksekusi surat perintah penggeledahan di dua properti di Cleveland County. Agen FBI terlihat melakukan penggalian dan mengangkut barang bukti, meski tidak ada penangkapan yang dilakukan dan tidak ada informasi baru yang dirilis. Keluarga, melalui pengacara mereka, menyatakan percaya bahwa penyelidikan tengah mengalami kemajuan.
Harold Degree meninggal dunia pada 2020 tanpa pernah mengetahui apa yang terjadi pada putrinya. Iquilla terus berjuang demi kasus ini, memberi wawancara, mempertahankan harapan.
"Seseorang pasti tahu sesuatu," ia berkata berulang kali selama bertahun-tahun. "Dan aku percaya bahwa pada akhirnya, Tuhan akan mengungkapkannya."
FBI menyatakan mereka percaya Asha telah meninggal, tetapi bahwa ada seseorang yang masih hidup dan memiliki informasi tentang apa yang terjadi padanya. Mereka telah meningkatkan hadiah informasi menjadi 45.000 dolar AS.
Pertanyaan yang Tak Terlupakan
Yang membuat kasus ini tidak mungkin dilupakan adalah keanehannya yang mendasar. Setiap elemen bertentangan dengan apa yang kita ketahui tentang Asha Degree.
Ia takut badai, tetapi berjalan masuk ke dalamnya. Ia pemalu dan penurut, tetapi pergi tanpa memberitahu siapa pun. Ia takut anjing dan takut gelap, tetapi nekat menghadapi keduanya. Ia murid yang baik yang menyayangi keluarganya, tetapi mengepak tas dan berjalan pergi.
Sesuatu — atau seseorang — cukup kuat untuk mengalahkan semua rasa takutnya. Apa yang bisa membuat seorang anak berusia sembilan tahun melakukan sesuatu yang sama sekali bertentangan dengan wataknya?
Jawabannya, jika suatu saat datang, kemungkinan besar ada pada diri orang yang mengubur tas sekolah itu. Seseorang yang masih ada di luar sana. Seseorang yang telah hidup dengan rahasia ini selama seperempat abad. Kasus hilang tanpa suara di mana keheningan para saksi melampaui penyelidikan mencakup kasus Lauren Spierer dan kasus Evelyn Hartley pada 1953.
Di Shelby, North Carolina, spanduk-spanduk masih terpasang: "Find Asha." Pita merah muda — warna kesayangannya — masih menandai tempat terakhir ia terlihat. Dan di suatu tempat, seseorang tahu mengapa seorang gadis kecil berjalan masuk ke dalam badai pada Hari Valentine dan tidak pernah pulang.
Jika Anda memiliki informasi tentang hilangnya Asha Degree, hubungi Kantor Lapangan FBI Charlotte di (704) 672-6100 atau Kantor Sheriff Cleveland County di (704) 484-4822. Hadiah hingga 45.000 dolar AS ditawarkan untuk informasi yang mengarah pada penyelesaian kasus.
Mau Menginterogasi Para Tersangka?
Ngobrol dengan tokoh sejarah dan ungkap kebenaran di balik misteri terbesar sepanjang masa.
Mulai PenyelidikanJangan lewatkan satu misteri pun
Dapatkan investigasi terbaru di kotak masukmu
Ulasan mendalam mingguan tentang kasus tak terpecahkan, Hollywood vs. sejarah, dan peradaban kuno. Tanpa spam. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.


