BerandaSemua Cerita
Kejahatan & Rahasia
Malapetaka & Takdir
Legenda & Rival
Sejarah yang Hidup
Coba Aplikasinya
Banjir Johnstown: Ketika Bendungan Milik Orang Kaya Jebol
7 Jul 2026Bencana6 menit baca

Banjir Johnstown: Ketika Bendungan Milik Orang Kaya Jebol

Pada 1889, bendungan milik klub berburu pribadi yang terbengkalai jebol di atas Johnstown, Pennsylvania, menewaskan 2.209 orang. Tak seorang pun pernah dinyatakan bersalah secara hukum.

Pada sore hari 31 Mei 1889, gelombang air raksasa yang membawa rumah-rumah, ternak, gerbong kereta, dan puing seluruh lembah pegunungan menghantam kota industri Johnstown, Pennsylvania, dengan kecepatan yang dilaporkan mencapai 40 mil per jam. Dalam waktu sekitar sepuluh menit, sebuah komunitas makmur berpenduduk sekitar 30.000 jiwa diterjang banjir yang menewaskan diperkirakan 2.209 orang di antaranya. Bendungan penyebabnya milik sebuah tempat peristirahatan berburu dan memancing pribadi milik segelintir orang terkaya di Pittsburgh, dan tuntutan hukum terhadap mereka, ketika akhirnya diajukan oleh para penyintas, berujung sia-sia.

Latar tempat

Johnstown terletak di lembah sempit pada pertemuan Sungai Little Conemaugh dan Stony Creek, sebuah kota pabrik yang dibangun di atas industri besi dan baja, dipadati rumah-rumah deret, gereja, dan pabrik yang berjejalan di tepi air karena perbukitan di sekitarnya hanya menyisakan sedikit tanah datar. Cambria Iron Works di kota itu mempekerjakan ribuan orang, dan kota ini memiliki rasa percaya diri sebuah tempat yang telah berkali-kali selamat dari banjir musim semi biasa, air yang naik sampai ke ruang bawah tanah dan lantai pertama namun jarang menelan korban jiwa. Riwayat banjir yang masih bisa dikendalikan itulah yang membentuk reaksi warga ketika kabar bahaya yang lebih serius sampai ke mereka pada 31 Mei, sebab peringatan serupa bertahun-tahun sebelumnya pernah datang tanpa berujung apa-apa.

Empat belas mil ke arah hulu dan sekitar 450 kaki lebih tinggi berdiri Bendungan South Fork, sebuah struktur tanah yang awalnya dibangun pada 1830-an dan 1840-an sebagai bagian dari sistem kanal untuk mengangkut batu bara dan barang lain melintasi Pegunungan Allegheny, lalu ditinggalkan begitu kereta api membuat kanal itu usang dan dibiarkan lapuk selama bertahun-tahun sebelum sekelompok pengusaha Pittsburgh membeli waduk di baliknya pada 1870-an untuk dijadikan tempat peristirahatan pegunungan pribadi.

Tempat peristirahatan itu menjadi South Fork Fishing and Hunting Club, yang sekitar 50 anggotanya dilaporkan termasuk para industrialis seperti Andrew Carnegie dan Henry Clay Frick, tertarik oleh janji sebuah danau pegunungan pribadi yang dipenuhi ikan bass untuk dipancing dan dikelilingi pondok-pondok di kawasan tertutup nan eksklusif, jauh dari asap dan kotoran pabrik-pabrik Pittsburgh. Para insinyur klub, yang dipekerjakan untuk membuat bendungan tua itu kembali berfungsi demi danau buatan tersebut, menurunkan puncak bendungan sekitar dua hingga tiga kaki untuk melebarkan jalan kereta kuda di atasnya, sebuah perubahan yang mengurangi margin keamanan sebelum air bisa meluap begitu saja melewati bendungan saat badai besar. Mereka juga memasang saringan ikan di sepanjang saluran pelimpah untuk mencegah ikan-ikan peliharaan klub kabur ke hilir, saringan yang pada praktiknya justru menjebak sampah dan mengurangi jumlah air luapan yang bisa benar-benar melewati saluran pelimpah saat hujan deras. Kedua perubahan itu mengurangi kapasitas bendungan untuk menghadapi badai besar, meski pada saat itu baik klub maupun insinyurnya tampaknya tidak menganggap perubahan tersebut sebagai risiko serius bagi kota di bawahnya, dan perbaikan bendungan selama bertahun-tahun dilaporkan dikerjakan secara murahan, memakai bahan apa pun yang tersedia, termasuk jerami dan lumpur, alih-alih mengikuti standar yang dipakai para pembangun aslinya di era kanal.

Garis waktu

Hujan deras mengguyur wilayah itu selama dua hari sebelum banjir terjadi, salah satu badai musim semi terburuk yang pernah tercatat di kawasan itu hingga saat itu, dan pada pagi hari 31 Mei, waduk di balik Bendungan South Fork telah naik hingga berbahaya dekat dengan puncaknya. Insinyur klub, John Parke, dilaporkan bekerja sepanjang pagi bersama para pekerja mencoba meninggikan bendungan dengan tanah dan membersihkan saluran pelimpah dari sampah, sementara seorang penunggang kuda dikirim menuruni lembah untuk memperingatkan Johnstown bahwa bendungan mungkin akan jebol. Peringatan semacam ini pernah dikirim sebelumnya saat ketakutan-ketakutan serupa tanpa insiden apa pun, dan banyak warga Johnstown, kota yang pernah dilanda banjir biasa sebelumnya, tidak segera mengungsi.

Sekitar pukul 15.10, Bendungan South Fork akhirnya jebol total, melepaskan diperkirakan 20 juta ton air dalam waktu sekitar 40 menit, sebuah gelombang air dan puing yang digambarkan para saksi bergerak dengan gemuruh rendah yang sudah terdengar beberapa menit sebelum tiba. Gelombang banjir itu menerjang lembah, menyapu pepohonan, gerbong kereta, rumah-rumah utuh, dan puing kota-kota kecil seperti South Fork, Mineral Point, dan East Conemaugh, sebelum akhirnya sampai di Johnstown sendiri dalam waktu kira-kira satu jam sejak bendungan runtuh. Ketika mencapai kota, gelombang itu diperkirakan mencapai ketinggian lebih dari 30 kaki di beberapa titik dan telah membawa begitu banyak puing sehingga para penyintas menggambarkannya bukan sebagai air, melainkan tembok puing yang bergerak dengan air entah di mana di dalamnya.

Keputusan-keputusan dan peringatan yang terlewat

Sebagian dari yang membuat banjir ini begitu mematikan bukanlah satu keputusan buruk tunggal, melainkan akumulasi keputusan-keputusan kecil. Perubahan bendungan sebelumnya dibiarkan tanpa tantangan selama bertahun-tahun, peringatan pada hari banjir itu bersaing dengan riwayat panjang alarm palsu, dan tak ada sistem resmi yang bisa memaksa evakuasi begitu bahaya menjadi jelas. Para penyintas dan penyelidik kemudian menunjuk saringan ikan dan puncak bendungan yang direndahkan sebagai kegagalan konkret yang seharusnya bisa dihindari, meski badai itu sendiri juga tergolong luar biasa parah, dan beberapa insinyur sezaman berpendapat bendungan itu mungkin tetap akan jebol bahkan dalam bentuk aslinya yang belum diubah, mengingat curah hujan sebesar itu.

Para penyintas dan jumlah korban

Banjir itu menewaskan diperkirakan 2.209 orang, jumlah yang diperparah oleh detail mengerikan di Jembatan Batu, sebuah jembatan kereta api besar di hilir tempat sebagian besar puing yang terbawa banjir, termasuk kayu, atap rumah, dan kawat berduri dari pabrik kawat di hulu, menumpuk dan akhirnya terbakar. Sejumlah penyintas yang tak diketahui jumlahnya, yang tersapu ke dalam reruntuhan itu, sebagian masih hidup dan terjepit, tewas terbakar di sana, tak mampu meloloskan diri dari puing maupun dari para penyelamat yang tak bisa menjangkau mereka tepat waktu. Seluruh keluarga musnah, dan korban tewas kota itu masih diidentifikasi berbulan-bulan kemudian; puluhan korban tak pernah teridentifikasi sama sekali.

Penyelidikan

American Society of Civil Engineers menyelidiki jebolnya bendungan itu dan menemukan bahwa perubahan-perubahan yang dilakukan, terutama puncak yang direndahkan dan saringan ikan yang menyumbat saluran pelimpah, telah nyata mengurangi kapasitasnya menghadapi banjir sebesar itu, meski laporan lembaga itu juga mengakui tingkat keparahan badai sebagai faktor luar biasa yang turut berperan. Para penyintas dan Kota Johnstown menggugat South Fork Fishing and Hunting Club, tetapi pengadilan pada masa itu, dengan menerapkan standar hukum yang berpihak pada pemilik properti dan enggan menetapkan tanggung jawab atas apa yang mereka sebut sebagai bencana alam, tak pernah menyatakan klub atau anggotanya secara pribadi bertanggung jawab secara hukum. Beberapa anggota klub, termasuk Carnegie, dilaporkan memberikan sumbangan pribadi untuk pembangunan kembali Johnstown, sebuah gestur yang jauh dari cukup untuk memenuhi tuntutan akuntabilitas yang diinginkan banyak penyintas.

Kemarahan publik terhadap klub itu sangat besar dan bertahan lama, dipicu oleh fakta gamblang bahwa para anggotanya termasuk orang-orang terkaya di Amerika, sementara banyak korban tewas adalah pekerja pabrik dan keluarga mereka. Surat kabar pada masa itu secara terbuka mengecam klub tersebut dalam tajuk-tajuk mereka, dan sejarah populer sejak itu memperlakukan Banjir Johnstown sebagai perumpamaan tentang beban yang bisa ditanggungkan orang kaya kepada semua orang lain tanpa konsekuensi, sebuah kerangka yang kemudian diakui benar oleh para sejarawan meski mereka juga mencatat bahwa badai itu sendiri memang benar-benar luar biasa.

Bencana ini menghasilkan dua perubahan yang bertahan lama. Bencana ini menjadi operasi bantuan bencana besar pertama yang dilakukan Palang Merah Amerika di bawah Clara Barton, yang tiba dalam hitungan hari dan tinggal berbulan-bulan mengorganisir tempat penampungan, perbekalan, dan perawatan medis, membangun sebuah model yang akan diulang organisasi itu setelah bencana-bencana Amerika berikutnya. Dan di kalangan teknik, kegagalan ini menjadi studi kasus yang sering dikutip dalam keselamatan bendungan, mendorong pengetatan standar yang lambat namun nyata terhadap cara bendungan tanah dibangun, diperiksa, dan diubah pada dekade-dekade berikutnya. Ini tetap menjadi salah satu contoh paling telanjang di Amerika tentang sebuah bencana yang penyebab teknisnya dipahami dengan jelas, namun para pihak yang bertanggung jawab tak pernah diminta pertanggungjawaban.

Jawaban Singkat

Pertanyaan umum seputar topik ini

Apa penyebab Banjir Johnstown?

Bendungan tanah South Fork, yang menahan sebuah danau rekreasi pribadi di atas Johnstown, Pennsylvania, jebol setelah beberapa hari diguyur hujan deras pada 31 Mei 1889. Bendungan itu telah diubah bertahun-tahun sebelumnya oleh pemiliknya, South Fork Fishing and Hunting Club, dengan cara yang mengurangi kemampuannya menampung luapan air, termasuk merendahkan puncak bendungan dan memasang saringan ikan yang justru menyumbat sampah dan menghalangi air mengalir keluar lewat saluran pelimpah.

Berapa banyak korban tewas dalam Banjir Johnstown?

Diperkirakan 2.209 orang tewas, menjadikannya salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah Amerika pada masanya. Banyak yang tenggelam dalam gelombang pertama, sementara puluhan lainnya tewas terjebak di reruntuhan yang menumpuk di jembatan kereta batu dan kemudian terbakar.

Apakah ada pihak yang dinyatakan bertanggung jawab secara hukum atas Banjir Johnstown?

Tidak. Para penyintas menggugat South Fork Fishing and Hunting Club, yang anggotanya termasuk para industrialis kaya raya dari Pittsburgh, tetapi pengadilan pada masa itu memperlakukan jebolnya bendungan sebagai bencana alam murni, bukan kelalaian, sehingga tak satu pun anggota klub pernah dinyatakan bersalah secara hukum, meski beberapa di antaranya memberikan sumbangan pribadi untuk upaya bantuan.

Apa yang berubah setelah Banjir Johnstown?

Bencana ini mendorong lahirnya standar rekayasa bendungan modern dan memberi Palang Merah Amerika yang baru saja dibentuk, di bawah pimpinan Clara Barton, operasi bantuan domestik besar pertamanya, yang kelak membentuk cara organisasi itu merespons bencana-bencana Amerika berikutnya.

Bicara dengan Para Penyintas

Dengar kisah langsung dari orang-orang yang mengalami hari-hari tergelap dalam sejarah.

Dengar Kisah Mereka

Gabung HistorIQly Club

Jadilah lebih cerdas soal masa lalu.

Cerita mingguan, ulasan mendalam, dan konten eksklusif langsung ke kotak masukmu.

Tanpa spam. Bisa berhenti kapan saja.