
Menghilangnya Jonelle Matthews
Jonelle Matthews menghilang setelah konser Natal di Greeley, Colorado pada tahun 1984. Jasadnya ditemukan pada 2019, dan seorang tersangka akhirnya divonis bersalah pada 2022.
Greeley, Colorado, terletak di dataran tinggi di sebelah timur laut Denver, sebuah kota pertanian tempat musim dingin datang lebih awal dan bertahan lama. Pada suatu malam Kamis yang dingin di bulan Desember 1984, seorang gadis berusia dua belas tahun tampil menyanyi dalam konser Natal paduan suara sekolah menengahnya, diantar pulang oleh seorang kenalan keluarga, lalu masuk ke rumahnya sendiri untuk yang terakhir kalinya, sejauh yang bisa dipastikan siapa pun.
Jonelle Matthews tidak ditemukan selama hampir tiga puluh lima tahun. Ketika akhirnya ditemukan, penemuan itu membuka kembali kasus yang sebenarnya tidak pernah benar-benar dilupakan warga Greeley, dan setelah dua kali persidangan, berujung pada salah satu vonis yang paling lama tertunda dalam sejarah Colorado.
Malam konser itu
Pada 20 Desember 1984, Jonelle tampil bersama paduan suara Franklin Middle School di sebuah cabang bank di pusat kota Greeley yang membuka lobinya untuk konser Natal. Setelah itu, seorang tetangga bernama Russ Ross mengantarnya pulang bersama putrinya sendiri, menurunkan Jonelle di rumahnya di 47th Avenue Court sedikit lewat pukul 20.00. Orang tuanya sedang bepergian keluar kota malam itu, sehingga kakak perempuan Jonelle yang menjaga rumah.
Sekitar pukul 20.30, Jonelle mengangkat telepon. Apa pun yang dibicarakan, itulah kontak terakhir yang bisa dipastikan dilakukan siapa pun dengannya. Ketika ayahnya pulang sekitar pukul 21.30, pintu garasi terbuka dan sepatu Jonelle tergeletak di dekat pemanas ruangan di dalam, seolah-olah ia baru saja keluar sebentar. Ia sudah tidak ada. Tidak ada tanda-tanda perkelahian, tidak ada bukti bahwa ia kabur, dan tidak ada saksi yang melihatnya pergi.
Polisi Greeley menyisir lingkungan sekitar malam itu juga dan memperluas pencarian pada hari-hari berikutnya, tetapi mereka tidak menemukan apa pun: tidak ada pakaian, tidak ada bukti fisik, tidak ada laporan penampakan yang bisa dipercaya. Jonelle Matthews begitu saja lenyap dari sebuah jalan permukiman yang tenang, pada malam ketika keluarganya terpencar antara urusan di luar dan rumah yang kosong.
Puluhan tahun tanpa jawaban
Kasus Matthews menjadi salah satu contoh paling awal dari fenomena "anak hilang di kemasan susu", ketika foto anak-anak yang hilang mulai muncul di kemasan produk susu di seluruh negeri pada pertengahan 1980-an. Foto Jonelle disebarkan ke rumah-rumah di seluruh Amerika Serikat, memicu berbagai laporan selama bertahun-tahun yang tidak membuahkan hasil. Para penyidik mengejar petunjuk yang melibatkan sopir truk, pekerja musiman, dan beberapa pria lokal dengan riwayat yang mencurigakan, tetapi tidak ada satu pun yang berujung pada penangkapan.
Polisi Greeley sesekali membuka kembali berkas kasus ini, terutama menjelang peringatan tiga puluh tahun menghilangnya Jonelle, dengan menguji ulang bukti menggunakan teknologi yang belum ada pada 1984. Meski begitu, kasus ini tetap terbuka dan tak terpecahkan selama lebih dari tiga dekade, menjadi salah satu kejahatan tak terselesaikan yang paling melekat dalam sejarah Colorado utara. Orang tua Jonelle tetap tinggal di daerah itu, memberikan wawancara setiap kali diminta wartawan, dan terus berharap ada titik terang yang tak kunjung datang.
Kru pipa menemukan jawaban
Titik terang itu justru datang dari dalam tanah. Pada 23 Juli 2019, sebuah kru konstruksi yang sedang memasang pipa gas alam di sebuah ladang di tepi jalan kabupaten, sekitar dua puluh empat kilometer dari rumah keluarga Matthews, menemukan jasad manusia. Otoritas Weld County mengevakuasi tulang-belulang tersebut dan mengirimkan sampelnya untuk uji DNA. Dalam hitungan hari, kantor koroner memastikan apa yang selama hampir tiga puluh lima tahun menjadi pertanyaan warga Greeley: jasad itu adalah milik Jonelle Matthews. Penyebab kematiannya ditetapkan sebagai luka tembak di kepala.
Penemuan ini tidak langsung mengungkap identitas pelaku, tetapi memberi para penyidik lokasi, penyebab kematian, dan semangat baru. Detektif membuka kembali berkas kasus awal dan daftar orang-orang yang pernah dicurigai selama bertahun-tahun. Satu nama terus muncul: Steve Pankey.
Sang tersangka
Steven Pankey pernah tinggal di kawasan Greeley pada 1980-an dan memiliki beberapa keterkaitan tidak langsung dengan kasus ini yang sulit diabaikan oleh para penyidik. Ia mengaku bahwa mertuanya yang sudah tidak akur dengannya, yang bekerja sebagai penggali kubur, pernah membuat komentar aneh tentang sebuah jasad yang perlu dikuburkan hanya beberapa hari setelah Jonelle menghilang. Ia juga pernah berselisih bertahun-tahun sebelumnya dengan Russ Ross, pria yang mengantar Jonelle pulang pada malam ia menghilang. Menurut pengakuannya sendiri, Pankey juga pernah dicopot dari posisinya sebagai pendeta pemuda di sebuah gereja yang belakangan menjadi tempat ibadah keluarga Matthews, menyusul tuduhan yang menurutnya tidak pernah terbukti.
Semua itu belum cukup menjadi bukti dengan sendirinya, dan selama bertahun-tahun Pankey lebih merupakan sosok yang dianggap mencurigakan ketimbang tersangka resmi. Ia pindah dari Colorado ke Idaho pada akhir 1980-an, di mana ia membangun profil publik sebagai kandidat politik yang berulang kali maju, mencalonkan diri sebagai gubernur Idaho lewat partai ketiga dan kemudian dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik. Selama bertahun-tahun ia memberikan wawancara di mana ia membahas kasus Matthews dengan antusiasme yang dianggap sejumlah penyidik tidak lazim bagi seseorang yang tidak memiliki hubungan resmi dengan kasus itu.
Setelah jasad Jonelle teridentifikasi pada 2019, polisi Greeley menetapkan Pankey sebagai orang yang dicurigai dan menggeledah rumahnya di Idaho pada September tahun itu. Ia membantah keterlibatannya dan mengaku telah bekerja sama secara sukarela. Lebih dari setahun kemudian, pada Oktober 2020, sebuah dewan juri agung mendakwanya dengan pembunuhan tingkat pertama dan penculikan.
Dua kali persidangan
Kasus ini membutuhkan dua tahun lagi untuk sampai ke meja juri. Sidang pertama Pankey dimulai pada Oktober 2021 dan berlangsung hingga awal November. Sidang itu berakhir dengan sidang batal sebagian: juri menyatakan Pankey bersalah atas dakwaan ringan berupa pemberian laporan palsu kepada otoritas, tetapi buntu terkait dakwaan penculikan dan pembunuhan yang jauh lebih serius, tidak mampu mencapai putusan bulat.
Jaksa mengadili ulang kasus ini setahun kemudian. Pada Oktober 2022, juri Weld County mencapai hasil yang berbeda. Pankey dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat berat (felony murder) dan penculikan tingkat dua dengan senjata mematikan, meski juri membebaskannya secara spesifik dari dakwaan pembunuhan tingkat pertama. Berdasarkan undang-undang penjatuhan hukuman yang berlaku pada saat kematian Jonelle tahun 1984, hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup penjara kepada Pankey dengan kemungkinan pembebasan bersyarat setelah 20 tahun, sehingga waktu paling awal ia bisa bebas adalah ketika usianya sudah di atas sembilan puluh tahun.
Di ruang sidang, orang tua Jonelle berbicara langsung kepada Pankey. Kakak perempuan Jonelle menyatakan kepada pengadilan bahwa vonis itu menandai "akhir dari keadilan duniawi kami bagi Jonelle." Pankey tetap mengaku tidak bersalah setelah vonis dijatuhkan, dan tim pembelaannya menyatakan niat untuk menjajaki upaya banding, termasuk mempersoalkan lokasi persidangan dan cara sejumlah bukti diterima. Belum ada putusan yang membatalkan vonis ini hingga tulisan ini dibuat, dan Pankey masih menjalani hukuman di Colorado.
Apa yang masih belum terjawab
Vonis ini menjawab dua pertanyaan yang paling penting selama tiga puluh lima tahun: apa yang terjadi pada Jonelle Matthews, dan siapa yang bertanggung jawab. Namun tidak semuanya terjawab. Rincian pasti penculikan itu, bagaimana Jonelle bisa dibawa dari sebuah rumah tanpa tanda-tanda perkelahian dalam waktu kurang dari satu jam sejak ia diantar pulang, tidak pernah sepenuhnya direkonstruksi dalam persidangan. Para penyidik membangun kasus ini berdasarkan keterkaitan tidak langsung dan kerja forensik, bukan kesaksian mata atau pengakuan, dan ketidakmampuan juri pertama untuk mencapai kesepakatan atas bukti yang sama menjadi pengingat betapa tipisnya kasus ini di mata sebagian orang yang mendengarnya secara utuh.
Bagi keluarga Jonelle, penemuan di jalur pipa pada 2019 menutup satu jenis ketidakpastian dan membuka jenis lainnya. Mereka telah menghabiskan tiga puluh lima tahun tanpa mengetahui di mana putri mereka berada. Mereka kemudian menghabiskan tahun-tahun berikutnya mempelajari, secara rinci dan di ruang publik, persis bagaimana ia meninggal. Keduanya adalah bentuk kesedihan tersendiri, dan tak satu pun sepenuhnya menjawab mengapa seorang gadis dua belas tahun yang berjalan masuk ke garasinya sendiri pada suatu malam Desember tidak pernah sampai ke dalam rumah.
Kasus-kasus lain dari era kesadaran publik akan anak-anak hilang yang sama mengambil jalan yang sangat berbeda. Pembunuhan Amber Hagerman secara langsung memicu terciptanya sistem AMBER Alert, sementara menghilangnya Asha Degree tetap tak terpecahkan hingga hari ini, tanpa jasad yang pernah ditemukan dan tanpa tersangka yang pernah didakwa.
Jawaban Singkat
Pertanyaan umum seputar topik ini
Kapan Jonelle Matthews menghilang?
Jonelle Matthews menghilang pada malam 20 Desember 1984, dari rumah keluarganya di Greeley, Colorado, tak lama setelah diantar pulang usai konser paduan suara Natal. Ia berusia 12 tahun saat itu.
Kapan jasad Jonelle Matthews ditemukan?
Sekelompok pekerja konstruksi yang sedang memasang pipa menemukan jasad manusia di sebuah ladang di sebelah tenggara Greeley pada akhir Juli 2019. Tes DNA memastikan bahwa jasad itu adalah milik Jonelle, hampir 35 tahun setelah ia dinyatakan hilang. Koroner menyimpulkan bahwa ia tewas akibat luka tembak di kepala.
Siapa yang divonis bersalah atas pembunuhan Jonelle Matthews?
Steven Pankey, mantan agen asuransi yang pernah mencalonkan diri sebagai gubernur Idaho dan sempat dinyatakan sebagai orang yang dicurigai pada 2019, diadili dua kali. Sidang pertama pada akhir 2021 berakhir dengan sidang batal (mistrial) setelah juri buntu dalam memutuskan dakwaan utama. Juri Weld County kemudian menyatakannya bersalah pada Oktober 2022 atas pembunuhan tingkat berat (felony murder) dan penculikan tingkat dua, dan ia dijatuhi hukuman 20 tahun hingga seumur hidup penjara.
Apakah Steve Pankey masih dipenjara?
Sejauh tulisan ini dibuat, Pankey masih menjalani hukumannya di sebuah lembaga pemasyarakatan di Colorado dan tetap mengaku tidak bersalah. Para pengacaranya telah menyatakan niat untuk mengajukan banding, meski belum ada putusan banding yang membatalkan vonis tersebut.
Mau Menginterogasi Para Tersangka?
Ngobrol dengan tokoh sejarah dan ungkap kebenaran di balik misteri terbesar sepanjang masa.
Mulai PenyelidikanJangan lewatkan satu misteri pun
Dapatkan investigasi terbaru di kotak masukmu
Ulasan mendalam mingguan tentang kasus tak terpecahkan, Hollywood vs. sejarah, dan peradaban kuno. Tanpa spam. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.


