
Lenyapnya Ruang Amber: Harta Curian Terbesar dalam Sejarah
Ruang Amber, mahakarya barok senilai 500 juta dolar, lenyap saat Perang Dunia II dan tidak pernah ditemukan. Para pemburu harta yang mencarinya berakhir dengan kematian.
Mereka menyebutnya Keajaiban Kedelapan Dunia. Enam ton panel amber berlapis daun emas dan cermin, membentang di 55 meter persegi sebuah istana Rusia. Pada 1941, kaum Nazi mencurinya. Pada 1945, ia lenyap sepenuhnya. Delapan dekade kemudian, tidak ada yang tahu di mana ia berada, dan beberapa orang yang pergi mencarinya tidak pernah kembali dalam keadaan hidup.
Hadiah Antara Dua Raja
Ruang Amber bermula sebagai pamer kekuatan Prusia. Pada 1701, pemahat Andreas Schlüter dan pengrajin amber Denmark Gottfried Wolfram merancangnya untuk Raja Frederick I dari Prusia. Panel-panel itu membutuhkan lebih dari satu dekade untuk diselesaikan, masing-masing merupakan mozaik dari ribuan potongan amber yang diukir dengan presisi dalam nada madu, emas, dan konyak, dilapisi daun emas dan dihiasi batu permata.
Pada 1716, putra Frederick menghadiahkan seluruh ruangan itu kepada Tsar Rusia Peter Agung sebagai hadiah diplomatik, untuk mempererat aliansi melawan Swedia. Peter sangat menyukainya. Putrinya, Permaisuri Elizabeth, kemudian memperluasnya dan memasangnya di Istana Catherine di Tsarskoye Selo, tepat di selatan St. Petersburg. Arsitek Italia Bartolomeo Francesco Rastrelli merancang ulang ruangan itu agar memenuhi aula yang lebih besar, menambahkan cermin, mozaik Venesia, dan panel amber tambahan.
Ketika selesai, Ruang Amber melapisi dinding sebuah ruangan seluas sekitar 167 meter persegi. Para pengunjung menggambarkan melangkah ke dalamnya seperti memasuki kotak perhiasan yang bercahaya. Lilin-lilin memantulkan cahaya tanpa henti melalui amber dan cermin, menyelimuti segalanya dalam cahaya emas yang hangat. Estimasi modern yang konservatif menempatkan nilainya di atas 500 juta dolar.
36 Jam
Ketika Nazi Jerman melancarkan Operasi Barbarossa pada Juni 1941, para kurator Soviet di Istana Catherine tahu mereka punya masalah. Mereka mencoba membongkar Ruang Amber untuk dievakuasi, tetapi amber telah menjadi rapuh selama dua abad. Panel-panel retak hanya dengan sentuhan ringan. Dalam keputusasaan, mereka melapisi dinding dengan kertas tipis dan kain kasa, berharap tentara Jerman tidak akan menyadarinya.
Mereka menyadarinya.
Army Group North mencapai Tsarskoye Selo pada September 1941. Tentara Jerman, bekerja di bawah arahan para ahli sejarah seni yang tahu persis apa yang mereka cari, membongkar seluruh ruangan hanya dalam 36 jam. Mereka mengepak 27 peti dan mengirimkannya ke Kastil Königsberg di Prusia Timur (kini Kaliningrad, Rusia), di mana ruangan itu dipasang kembali dan dipajang di museum kastil.
Alfred Rohde, direktur museum itu, dengan bangga mempertunjukkannya kepada para pejabat Nazi yang berkunjung sepanjang tahun 1943. Kemudian perang berbalik arah.
Penampakan Terakhir
Pada akhir Agustus 1944, pengebom Inggris menghancurkan Königsberg. Kastil mengalami kerusakan berat. Rohde mengklaim telah mengepak Ruang Amber ke dalam peti-peti dan menyimpannya di ruang bawah tanah kastil untuk perlindungan. Pasukan Soviet mencapai Königsberg pada April 1945 setelah pengepungan brutal tiga hari. Ketika mereka menggeledah reruntuhan, mereka menemukan bukti peti-peti Ruang Amber — tetapi bukan ruangannya itu sendiri.
Alfred Rohde adalah salah satu orang terakhir yang diketahui pernah melihatnya. Ia meninggal dalam keadaan yang gelap segera setelah pendudukan Soviet, diduga karena tifus, meski waktunya yang mencurigakan membuat para penyelidik gelisah. Istrinya meninggal pada hari yang sama. Dokter yang menandatangani sertifikat kematian mereka menghilang.
Sejak saat itu, Ruang Amber sekadar berhenti ada.
Teori-Teori dan Jalan Buntu
Teori paling sederhana adalah bahwa Ruang Amber terbakar dalam pengeboman 1944 atau pengepungan 1945. Amber adalah resin organik. Ia terbakar. Banyak sejarawan percaya panel-panel itu sekadar hangus, dan bahwa puluhan tahun perburuan harta karun hanyalah mengejar abu.
Namun yang lain tidak yakin. Para saksi melaporkan melihat peti-peti dimuat ke atas truk dan kereta yang meninggalkan Königsberg sebelum kemajuan Soviet. Jika ruangan itu selamat dari pengeboman, ke mana perginya?
Sebagian penyelidik percaya ia tersembunyi di salah satu dari ratusan terowongan bawah tanah dan bunker yang dibangun Nazi di seluruh Prusia Timur. Kawasan ini dipenuhi dengan terowongan-terowongan tersebut, banyak yang belum pernah dieksplorasi. Yang lain berpikir peti-peti itu dimuat ke sebuah kapal. Setidaknya tiga kapal yang meninggalkan Königsberg pada awal 1945 ditenggelamkan oleh kapal selam Soviet di Laut Baltik. Wilhelm Gustloff, yang diterpedo pada 30 Januari 1945 dalam bencana maritim paling mematikan dalam sejarah, pernah diusulkan sebagai kemungkinan tempat peristirahatan, meski para penyelam tidak menemukan bukti amber di antara puing-puingnya.
Teori yang lebih rumit menempatkan ruangan itu di dalam kompleks bunker rahasia Nazi di Pegunungan Bijih di sepanjang perbatasan Ceko-Jerman, atau di tambang garam dekat kota Austria Altaussee, di mana Nazi menyembunyikan sejumlah besar karya seni rampasan.
Korban-Korban
Yang membuat kisah Ruang Amber benar-benar mencekam adalah apa yang terjadi pada orang-orang yang mencarinya.
Georg Stein, mantan tentara Jerman yang terobsesi menemukan ruangan itu, menghabiskan puluhan tahun mengikuti petunjuk di seluruh Bavaria. Pada 1987, ia ditemukan tewas di sebuah hutan dekat kota Starnberg. Tubuhnya ada di dalam hutan, dan keputusan resmi menyatakan bunuh diri. Berkas-berkas penelitiannya tidak pernah ditemukan kembali.
Pada 2008, seorang jurnalis TV Jerman bernama Dmitri Nikitin melakukan perjalanan ke Kaliningrad untuk menyelidiki petunjuk tentang lokasi ruangan itu. Tubuhnya ditemukan di sebuah taman kota. Penyebab kematiannya tidak pernah ditentukan secara pasti.
Penyelam Italia yang mencari kapal-kapal karam Baltik melaporkan mendapat peringatan dari pihak-pihak yang tidak dikenal. Sebuah tim Polandia yang menggali pintu masuk terowongan yang dicurigai pada 2015 menerima surat-surat ancaman. Tidak satu pun dari insiden ini yang pernah dijelaskan atau dikaitkan dengan tersangka mana pun.
Rekonstruksi dan Misteri yang Terus Menggelayut
Pada 1979, pemerintah Soviet memutuskan untuk membangun ulang Ruang Amber dari awal. Para pengrajin Rusia dan Jerman bekerja selama 24 tahun, menggunakan foto-foto bersejarah dan teknik-teknik asli. Rekonstruksi itu diresmikan di Istana Catherine pada 2003. Ia indah, dan pengunjung bisa melihatnya hari ini. Tetapi ia hanyalah salinan.
Satu-satunya potongan asli yang pernah ditemukan kembali muncul pada 1997, ketika polisi Jerman melacak sebuah panel mozaik amber ke tangan putra seorang tentara yang sudah meninggal. Mozaik itu telah tersimpan dalam kepemilikan keluarganya selama lebih dari 50 tahun. Kini ia dipajang di museum, satu-satunya pecahan yang selamat dari sebuah ruangan yang pernah memukau istana-istana Eropa.
Di suatu tempat, sisanya mungkin masih ada — terkubur di dalam terowongan yang runtuh, beristirahat di dasar Laut Baltik, atau telah hangus menjadi abu oleh api perang yang menghancurkan begitu banyak keindahan sehingga kerugiannya tidak mungkin dihitung. Ruang Amber bukan sekadar harta karun. Ia adalah kesaksian tentang apa yang bisa diciptakan tangan manusia dari resin pohon yang membatu, emas, dan cahaya.
Dan kemudian ia lenyap.
Untuk misteri-misteri lain di mana bukti mengarah ke mana-mana sekaligus tidak ke mana-mana, lihat Misteri Mercusuar Flannan Isles dan Sandi Beale.
Mau Menginterogasi Para Tersangka?
Ngobrol dengan tokoh sejarah dan ungkap kebenaran di balik misteri terbesar sepanjang masa.
Mulai PenyelidikanJangan lewatkan satu misteri pun
Dapatkan investigasi terbaru di kotak masukmu
Ulasan mendalam mingguan tentang kasus tak terpecahkan, Hollywood vs. sejarah, dan peradaban kuno. Tanpa spam. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.


