BerandaKasus Dinginvs HollywoodPerjalanan WaktuArsenalJika Mereka Hidup SekarangAsal-UsulCoba Aplikasinya
Asal-Usul Internet: Bagaimana Jaringan yang Mengubah Segalanya Bermula
3 Mei 2026Asal-Usul7 menit baca

Asal-Usul Internet: Bagaimana Jaringan yang Mengubah Segalanya Bermula

Asal-usul internet bermula dari tahun 1969 — bukan karena ketakutan akan perang nuklir. ARPANET dibangun untuk berbagi sumber daya komputasi, dan pesan pertama yang terkirim hanya dua huruf: LO.

Pada malam 29 Oktober 1969, seorang programmer UCLA bernama Charley Kline duduk di depan terminal dan mengetikkan huruf L, O, G, I, N. Ia sedang mencoba terhubung ke sebuah komputer di Stanford Research Institute, 560 kilometer di sebelah utara. Melalui telepon, Bill Duvall di SRI mengonfirmasi bahwa ia bisa melihat setiap karakter yang datang saat Kline mengetikkannya. Pada huruf G, mesin SRI mengalami crash.

Pesan pertama yang pernah dikirim melalui cikal bakal internet adalah LO.

Ini adalah awal yang serba kebetulan, yang amat tepat untuk sebuah teknologi yang perkembangannya selalu melibatkan lebih banyak tabrakan daripada rancangan, dan yang kisah asal-usulnya telah terkubur di bawah puluhan tahun mitologi, klaim prioritas yang bersaing, dan pembesar-besaran retrospektif yang selalu melekat pada hal-hal yang ternyata sangat penting.

Masalah yang memulai segalanya

Pada awal 1960-an, daya komputasi sangat langka, mahal, dan terikat secara geografis. Sebuah universitas atau laboratorium riset mungkin hanya memiliki satu komputer mainframe besar, berharga jutaan dolar, yang peneliti-penelitinya harus memesan waktu penggunaan jauh-jauh hari. Jika Anda berada di MIT dan perlu menjalankan perhitungan yang hanya bisa ditangani secara efisien oleh mesin di Stanford, pilihan Anda terbatas: pergi ke sana, mengirimkan rekaman magnetik, atau tidak melakukannya sama sekali.

Advanced Research Projects Agency milik Departemen Pertahanan, ARPA (kemudian DARPA), telah mendanai jaringan laboratorium riset dan universitas di seluruh Amerika Serikat dan sangat menyadari ketidakefisienan ini. Pada tahun 1966, manajer program ARPA Bob Taylor — yang baru saja menggunakan tiga terminal terpisah di kantornya untuk terhubung ke tiga komputer terpisah di tiga lokasi berbeda — mengusulkan pembangunan sebuah jaringan yang memungkinkan para peneliti berbagi sumber daya komputasi dari jarak jauh. Taylor mendapatkan pendanaan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung sekitar dua puluh menit. Proyek yang dihasilkan adalah ARPANET.

Kisah populer bahwa ARPANET dirancang untuk bertahan dari serangan nuklir adalah percampuran sebagian fakta. Paul Baran, yang bekerja di Rand Corporation pada tahun 1964, secara mandiri telah merancang sebuah jaringan komunikasi terdistribusi teoretis yang secara eksplisit dimotivasi oleh ketahanan terhadap nuklir. Konsep Baran tentang packet switching — memecah pesan menjadi unit-unit diskrit kecil yang masing-masing dapat menemukan rutenya sendiri melalui jaringan dan kemudian dirakit kembali di tujuan — adalah ide brilian yang sangat berpengaruh. Tetapi jaringan RAND Baran tidak pernah dibangun. ARPANET meminjam kerangka konseptualnya, tetapi tujuan kelembagaannya adalah berbagi sumber daya, bukan ketahanan.

Donald Davies dari National Physical Laboratory Inggris sampai pada packet switching secara mandiri pada tahun 1965, dan istilah "packet switching" itu sendiri berasal dari Davies, bukan Baran. Kedua orang itu bekerja secara paralel di dua sisi Atlantik yang berbeda tanpa mengetahui pekerjaan satu sama lain hingga tahun 1966. Penemuan independen secara bersamaan semacam ini — solusi yang sama muncul dari masalah yang sama di tempat-tempat berbeda — adalah pola yang berulang dalam sejarah internet.

Membangun ARPANET

Pembangunan fisik ARPANET dikontrakkan kepada Bolt Beranek and Newman (BBN), sebuah perusahaan konsultan di Cambridge, Massachusetts, pada tahun 1968. BBN membangun Interface Message Processors — komputer-mini khusus, yang kemudian disebut simpul atau router — yang akan mengelola lalu lintas di setiap lokasi yang terhubung.

Empat simpul pertama adalah UCLA, Stanford Research Institute, UC Santa Barbara, dan University of Utah. Semuanya terhubung pada akhir tahun 1969. Pada Desember 1969, keempat simpul sudah beroperasi dan saling berkomunikasi. Pada tahun 1971, lima belas lokasi telah terhubung. Pada tahun 1973, jaringan telah berkembang mencakup simpul-simpul di Inggris Raya dan Norwegia, menjadikannya — untuk pertama kalinya — bersifat internasional.

Teknologinya berhasil. Pesan-pesan dipecah menjadi paket, masing-masing berjalan secara independen melalui jalur apa pun yang tersedia, dan dirakit kembali dengan benar di tujuan. Jaringan bisa merutekan ulang di sekitar koneksi yang rusak tanpa campur tangan manusia. Wawasan teoretis Baran terbukti dalam praktik.

Namun ARPANET masih merupakan jaringan tunggal dengan satu set protokol, dan protokol tahun 1969 tidak dirancang dengan ekspektasi bahwa jaringan akan berkembang melampaui beberapa lusin simpul riset. Seiring ARPANET berkembang, dan seiring jaringan-jaringan lain dengan protokol berbeda mulai bermunculan, sebuah masalah muncul: jaringan-jaringan itu tidak bisa saling berbicara. Mereka adalah pulau-pulau yang terisolasi.

TCP/IP: bahasa yang menyatukan segalanya

Vint Cerf dan Bob Kahn menerbitkan sebuah makalah pada Mei 1974 berjudul "A Protocol for Packet Network Intercommunication." Makalah itu mendeskripsikan sebuah sistem yang disebut Transmission Control Protocol, yang kemudian dibagi menjadi dua protokol berbeda: TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet Protocol). Makalah itu padat dengan detail teknis dan langsung diakui oleh mereka yang membacanya sebagai sesuatu yang penting.

TCP/IP menyediakan bahasa universal yang bisa digunakan jaringan komputer mana pun untuk berkomunikasi dengan jaringan lain mana pun, terlepas dari arsitektur dasarnya. Jaringan yang menjalankan TCP/IP menjadi, dengan sendirinya, bagian dari internet — jaringan dari jaringan-jaringan. Tidak ada satu entitas pun yang memilikinya. Tidak ada komputer pusat yang mengendalikannya. Setiap jaringan bisa dibangun dan dikelola secara independen, dan jika berbicara TCP/IP, jaringan itu menjadi bagian dari sistem yang sama.

Transisi dari protokol ARPANET lama ke TCP/IP tidak berlangsung bertahap. Pada 1 Januari 1983, setiap mesin di ARPANET diwajibkan untuk beralih ke TCP/IP secara bersamaan. Hari itu disebut Flag Day dalam komunitas teknis. Jaringan yang tidak melakukan peralihan diputus. Jaringan yang melakukannya menjadi, untuk pertama kalinya, bagian dari sesuatu yang secara wajar bisa disebut internet.

Email dan simbol @

Ray Tomlinson, yang bekerja di BBN, mengirimkan email pertama melalui ARPANET pada tahun 1971. Ia membutuhkan cara untuk mengalamatkan pesan kepada pengguna tertentu di komputer tertentu. Simbol @, yang saat itu hampir tidak pernah digunakan di keyboard mesin tik, menjadi solusinya: username@computername. Pilihan itu hampir sembarangan — Tomlinson kemudian mengatakan ia memilih @ sebagian karena ada di keyboard dan kemungkinan kecil akan muncul dalam nama orang.

Tomlinson mengirimkan email pertama di antara dua komputer yang duduk berdampingan di ruangan yang sama, menggunakan ARPANET sebagai perantara. Ia kemudian mengaku tidak ingat apa isi pesannya. Pada tahun 1973, email menyumbang sekitar 75 persen dari seluruh lalu lintas di ARPANET. Jaringan yang dirancang untuk berbagi sumber daya telah diambil alih oleh penggunaan utama yang baru hampir seketika setelah dinyalakan.

Sistem Nama Domain

Pada awal 1980-an, praktik memetakan alamat IP numerik ke nama yang mudah dibaca manusia mulai ambruk. Daftar induk nama host dan alamat yang bersesuaian — disimpan dalam sebuah berkas tunggal bernama HOSTS.TXT yang dikelola di Stanford Research Institute dan didistribusikan secara berkala ke setiap komputer di jaringan — telah tumbuh tak terkendali seiring berkembangnya jaringan. Memperbaruinya memerlukan koordinasi terpusat. Ini adalah hambatan besar, dan tidak akan bisa diskalakan.

Paul Mockapetris dari Information Sciences Institute USC menerbitkan rancangan Domain Name System pada tahun 1983. DNS menciptakan basis data nama domain hierarkis dan terdistribusi yang bisa diakses oleh server DNS mana pun. Tidak diperlukan satu berkas pusat. Sistem secara otomatis menyebarkan pembaruan ke seluruh jaringan. Struktur alamat web yang sudah dikenal — dengan akhiran .com, .org, .edu — lahir dari rancangan Mockapetris.

Tim Berners-Lee dan web

Pada akhir 1980-an, internet sudah ada sebagai jaringan global yang berfungsi. Para fisikawan, peneliti, dan lembaga pemerintah menggunakannya untuk email, transfer berkas, dan komputasi jarak jauh. Yang belum ada adalah sebuah sistem untuk mengorganisasi dan menghubungkan dokumen-dokumen dengan cara yang bisa dinavigasi oleh orang awam.

Tim Berners-Lee, fisikawan Inggris yang bekerja di CERN di Jenewa, mengajukan sebuah proposal pada Maret 1989 berjudul "Information Management: A Proposal." Atasannya menuliskan "Samar-samar tapi menarik" di halaman sampul dan mengembalikannya. Berners-Lee menghabiskan dua tahun menyempurnakan gagasan itu dan pada tahun 1991 meluncurkan versi pertama World Wide Web: sebuah sistem dokumen hypertext yang dihubungkan melalui URL (Uniform Resource Locators), dapat dipindahkan melalui internet menggunakan protokol bernama HTTP, dan dapat dibaca menggunakan klien perangkat lunak yang disebut browser.

Situs web pertama dalam sejarah ditayangkan pada 6 Agustus 1991. Situs itu mendeskripsikan proyek World Wide Web itu sendiri. Situs itu masih bisa diakses hingga hari ini.

Berners-Lee membuat sebuah keputusan yang menentukan lintasan web: ia dan CERN secara eksplisit menolak untuk mematenkan teknologi inti web atau mengenakan royalti. Protokol-protokolnya bersifat terbuka. Siapa pun bisa membangun server web, browser, atau situs web menggunakannya tanpa izin atau pembayaran. Web pun menyebar dengan sendirinya.

Browser grafis pertama, Mosaic, dirilis oleh National Center for Supercomputing Applications pada tahun 1993. Jumlah situs web tumbuh dari beberapa lusin menjadi puluhan ribu dalam setahun. Pada tahun 1995, penyedia layanan internet komersial mulai menawarkan akses dial-up kepada konsumen. Internet telah meloloskan diri dari komunitas riset.

Yang salah diingat

Kisah asal-usul internet yang populer mencampuradukkan beberapa hal yang terjadi secara terpisah. ARPANET dan narasi ketahanan terhadap perang nuklir adalah milik karya teoretis Paul Baran di RAND, bukan milik sejarah kelembagaan ARPANET yang sesungguhnya. World Wide Web dan internet bukanlah hal yang sama, dan kebingungan di antara keduanya meremehkan dua puluh tahun infrastruktur teknis yang memungkinkan web itu ada. Narasi penemu tunggal sama sekali gagal: tidak ada versi kejadian yang melibatkan satu penemu yang sesuai dengan catatan sejarah.

Yang sesungguhnya ditunjukkan oleh sejarah ini adalah jaringan masalah-masalah independen yang dipecahkan secara independen, yang solusi-solusinya ternyata saling kompatibel dengan cara-cara yang tidak sepenuhnya diantisipasi oleh siapa pun. Packet switching, TCP/IP, email, DNS, dan web masing-masing ditemukan untuk memecahkan masalah-masalah spesifik yang terbatas. Ketika ditemukan, semuanya tidak tampak seperti komponen-komponen sebuah sistem tunggal yang pada akhirnya akan menghubungkan sebagian besar manusia di bumi.

Pesan pertama adalah LO. Sistemnya mengalami crash sebelum LOGIN bisa selesai terkirim. Percobaan berikutnya berhasil. Polanya konsisten sejak saat itu. Untuk teknologi-teknologi lain yang asal-usulnya kerap disalahpahami, simak kisah asal-usul mesin cetak dan asal-usul jam.

Jawaban Singkat

Pertanyaan umum seputar topik ini

Siapa yang menciptakan internet?

Tidak ada satu orang pun yang menciptakan internet. Konsep dasar packet switching dikembangkan secara independen oleh Paul Baran di RAND pada tahun 1964 dan Donald Davies di National Physical Laboratory Inggris pada tahun 1965. Jaringan packet-switched pertama, ARPANET, dibangun oleh DARPA dan mulai beroperasi pada tahun 1969. Protokol-protokol yang mendefinisikan internet modern, TCP/IP, dirancang oleh Vint Cerf dan Bob Kahn serta dipublikasikan pada tahun 1974. Tim Berners-Lee menemukan World Wide Web pada tahun 1989, yang berbeda dari internet itu sendiri.

Apakah ARPANET benar-benar dirancang untuk bertahan dari serangan nuklir?

Ini adalah mitos yang populer. ARPANET didanai oleh Advanced Research Projects Agency milik Departemen Pertahanan, dan pekerjaan terpisah Paul Baran di RAND tentang komunikasi terdistribusi sebagian dimotivasi oleh ketahanan terhadap nuklir. Namun ARPANET itu sendiri dirancang terutama untuk memungkinkan peneliti di berbagai universitas berbagi sumber daya komputasi, yang sangat mahal di era 1960-an. Narasi perang nuklir muncul belakangan, sebagian karena dokumen-dokumen RAND dikaitkan dengan ARPANET dalam ingatan publik.

Apa pesan pertama yang pernah dikirim melalui internet?

Pesan pertama yang dikirim melalui ARPANET dikirimkan pada 29 Oktober 1969, dari sebuah komputer di UCLA ke sebuah komputer di Stanford Research Institute (SRI). Pesan yang dimaksud adalah 'login.' Sistem mengalami crash setelah dua huruf pertama. Dengan demikian, pesan pertama yang berhasil dikirim melalui internet adalah 'lo.' Charley Kline di UCLA dan Bill Duvall di SRI sedang berbicara di telepon ketika itu terjadi.

Apa perbedaan antara internet dan World Wide Web?

Internet adalah jaringan global komputer yang saling terhubung dan berkomunikasi menggunakan protokol TCP/IP. Internet menyalurkan email, transfer berkas, panggilan video, dan banyak jenis data lainnya. World Wide Web adalah sistem dokumen yang saling tertaut melalui hyperlink, berjalan di atas internet, yang ditemukan oleh Tim Berners-Lee di CERN pada tahun 1989–1991. Ketika kebanyakan orang menyebut 'internet,' yang mereka maksud biasanya adalah web, tetapi internet sudah ada dua dekade sebelum web ditemukan.

Jelajahi Sejarah Seperti Belum Pernah Sebelumnya

Ngobrol dengan tokoh sejarah, jelajahi peradaban kuno, dan temukan kisah-kisah yang terlupakan.

Coba Aplikasi HistorIQly

Jangan lewatkan satu misteri pun

Dapatkan investigasi terbaru di kotak masukmu

Ulasan mendalam mingguan tentang kasus tak terpecahkan, Hollywood vs. sejarah, dan peradaban kuno. Tanpa spam. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.