
Gangs of New York vs. Sejarah: Seberapa Akurat Epik Scorsese?
Akurasi sejarah Gangs of New York: Scorsese berhasil menangkap atmosfer Five Points dan Kerusuhan Wajib Militer 1863, tapi memfiktifkan tokoh-tokoh utama dan memampatkan linimasa.
Martin Scorsese menghabiskan lebih dari dua dekade untuk mewujudkan Gangs of New York di layar lebar. Ketika akhirnya hadir pada 2002, penonton disuguhi potret Manhattan pertengahan abad ke-19 yang visceral dan penuh darah — sebuah dunia geng jalanan yang saling berperang, politisi korup, dan melting pot yang mendidih oleh kekerasan. Daniel Day-Lewis tampil sebagai salah satu penjahat paling memukau dalam sejarah sinema lewat sosok Bill "The Butcher" Cutting, sementara Leonardo DiCaprio memerankan Amsterdam Vallon, imigran Irlandia muda yang mencari balas dendam.
Tapi seberapa banyak dari dunia brutal ini yang benar-benar ada? Mari kita telusuri akurasi sejarah Gangs of New York dan memisahkan fakta Five Points dari fiksi Hollywood.
Yang Hollywood Dapatkan dengan BENAR
Five Points Memang Nyata — dan Seburuk Itu
Scorsese tidak melebih-lebihkan kekumuhannya. Kawasan Five Points di Manhattan bagian bawah, menurut hampir semua catatan sezamannya, adalah salah satu permukiman kumuh paling berbahaya dan penuh penyakit di dunia Barat. Charles Dickens mengunjunginya pada 1842 dan menggambarkannya sebagai tempat di mana "semua yang menjijikkan, membusuk, dan rusak ada di sini." Kepadatannya luar biasa — bangunan petak yang dirancang untuk selusin orang menampung lebih dari seratus jiwa. Kolera, tifus, dan kekerasan menjadi teman setia. Atmosfer kotor dan kacau dalam film ini menangkap jiwa tempat tersebut dengan sangat baik.
Perang Geng Memang Nyata
Premis utama film — bahwa geng-geng terorganisasi menguasai wilayah di Manhattan bagian bawah — benar-benar didasarkan pada fakta. Five Points yang sesungguhnya terbagi di antara geng-geng rival dengan nama-nama yang mencolok: Dead Rabbits, Bowery Boys, Plug Uglies, Shirt Tails, dan Forty Thieves. Geng-geng ini bertempur sengit di jalanan, kadang melibatkan ratusan orang. Kerusuhan Dead Rabbits pada 1857 adalah peristiwa nyata di mana geng-geng Irlandia bentrok dengan geng-geng nativis selama dua hari, membutuhkan intervensi polisi dan akhirnya milisi.
Bill "The Butcher" Terinspirasi dari Sosok Nyata
Bill the Butcher didasarkan pada William Poole, tokoh nyata dari dunia bawah New York. Poole memang seorang jagal, petarung tinju, dan pemimpin gerakan nativis Know-Nothing. Ia dikenal karena kekerasannya dan kebenciannya terhadap imigran Irlandia. Kematian aslinya dramatis — ia ditembak di sebuah saloon pada 1855 dan konon bertahan berhari-hari sebelum wafat, dilaporkan mengucapkan, "Aku mati sebagai orang Amerika sejati." Film ini menangkap sosoknya yang legendaris, meski secara dramatis membentuk ulang kisahnya.
Tammany Hall dan Boss Tweed
Penggambaran film tentang Tammany Hall sebagai mesin politik korup yang memanipulasi suara imigran secara historis cukup solid. William "Boss" Tweed memang membangun kerajaan politik dengan merayu komunitas imigran, khususnya orang Irlandia, menawarkan pekerjaan, tempat tinggal, dan surat naturalisasi dengan imbalan suara. Film ini dengan tepat memperlihatkan bagaimana para politisi mempersenjatai geng-geng sebagai otot politik — mempekerjakan mereka sebagai penegak di hari pemilihan, pemalsu surat suara, dan pemilih berulang.
Kerusuhan Wajib Militer 1863
Kerusuhan Wajib Militer yang menjadi klimaks adalah salah satu elemen paling akurat dalam film ini. Ketika Uni memperkenalkan wajib militer pada Juli 1863 — dengan pembebasan seharga 300 dolar yang memungkinkan orang kaya membeli jalan keluar — kelas pekerja New York meledak. Apa yang dimulai sebagai protes anti-wajib militer berubah menjadi kerusuhan rasial. Para perusuh menggantung warga kulit hitam, membakar Panti Asuhan Berwarna, dan bertempur dengan polisi selama empat hari. Tentara dipanggil, dan perkiraan jumlah korban tewas berkisar antara 120 hingga lebih dari 1.000 jiwa. Ini tetap menjadi kekacauan sipil paling mematikan dalam sejarah Amerika.
Yang Hollywood Dapatkan dengan SALAH
Linimasa Dipampatkan dan Dikacaukan
Dosa sejarah terbesar film ini adalah linimasanya. Film dimulai dengan pertempuran geng pada 1846, lalu melompat ke 1862–1863. Tapi Bill Poole yang sesungguhnya meninggal pada 1855, bertahun-tahun sebelum peristiwa-peristiwa cerita utama. Film menempatkan dia masih hidup saat Kerusuhan Wajib Militer, yang mustahil secara historis. Masa kejayaan Dead Rabbits ada di tahun 1850-an, bukan 1860-an. Scorsese pada dasarnya memampatkan tiga dekade sejarah ke dalam satu narasi tunggal, menciptakan kesan seolah semua peristiwa ini terjadi bersamaan. Padahal tidak.
Amsterdam Vallon Sepenuhnya Fiktif
Meski Bill the Butcher memiliki padanan di dunia nyata, Amsterdam Vallon tidak. Tidak ada putra pemimpin geng Irlandia yang menyusup ke geng-geng nativis untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Tokoh Priest Vallon juga merupakan ciptaan. Plot balas dendam yang menggerakkan seluruh film adalah murni cerita Hollywood yang ditempelkan pada latar belakang historis.
Geng-Geng Tidak Seorganisasi Itu
Film menggambarkan geng-geng hampir seperti organisasi militer dengan pemimpin, wilayah, dan kode kehormatan yang jelas. Kenyataannya lebih berantakan. Sebagian besar geng Five Points terorganisasi secara longgar, dengan keanggotaan dan kesetiaan yang berubah-ubah. Pertempuran seremonial hampir seperti ritual yang membuka film — dengan dua geng berbaris seperti tentara — adalah rekaan teatrikal. Perkelahian geng nyata adalah tawuran jalanan yang kacau, penyerangan mendadak, dan tusukan di kedai minum, bukan melée yang terkoregrafi.
Mata Kaca dan Kepribadian Bill the Butcher
Bill the Butcher karya Daniel Day-Lewis adalah salah satu kreasi terbesar sinema, tapi ia berbeda secara signifikan dari William Poole yang sesungguhnya. Poole asli tidak memiliki mata kaca berlukis elang Amerika — itu adalah sentuhan murni Scorsese. Poole sebenarnya lebih berperan sebagai penegak politik daripada penguasa kawasan. Ia tidak menguasai Five Points; ia beroperasi terutama di Bowery. Dan meski ia memang brutal, kejahatan hampir setara Shakespeare dalam karakter film ini adalah amplifikasi dramatis.
Penembakan Angkatan Laut Tidak Pernah Terjadi
Dalam klimaks film, kapal-kapal Angkatan Laut Uni menembaki Manhattan untuk memadamkan Kerusuhan Wajib Militer. Ini menciptakan sinema yang spektakuler, tapi tidak terjadi di dunia nyata. Meski ada kapal perang di pelabuhan dan Tentara memang mengerahkan pasukan dengan artileri, Angkatan Laut tidak pernah menembaki kota. Meriam ditembakkan sebagai peringatan, dan grapeshot digunakan melawan para perusuh di jalanan, tapi tidak ada penembakan angkatan laut ke permukiman sipil. Scorsese mengakui ia menambahkan ini demi efek dramatis.
Dinamika Etnis Lebih Kompleks
Film menyajikan konflik yang cukup sederhana antara Irlandia dan Nativis. Kenyataannya jauh lebih rumit. Five Points adalah rumah bagi komunitas Irlandia, Italia, Cina, Yahudi, Jerman, dan kulit hitam yang semuanya berebut ruang dan sumber daya. Populasi Tionghoa, yang akhirnya akan membentuk Chinatown di dekatnya, sama sekali absen dari film. Dan hubungan antara imigran Irlandia dengan warga kulit hitam New York — yang bersaing untuk pekerjaan dan perumahan yang sama — jauh lebih penuh ketegangan dari yang film sarankan.
Kesimpulan
Gangs of New York berhasil gemilang sebagai karya atmosferik. Nuansa tempat itu — bahayanya, kemiskinannya, energi mentah sebuah kota yang dibangun oleh orang-orang yang tidak punya apa-apa — disampaikan dengan kuat. Scorsese melakukan riset ekstensif, banyak mengambil dari buku Herbert Asbury tahun 1928 The Gangs of New York, yang sendiri memadukan fakta dengan legenda.
Tapi sebagai dokumen sejarah, ini adalah tambal sulam. Tokoh-tokoh nyata dipindahkan dalam waktu, karakter fiktif menggerakkan plot, dan peristiwa-peristiwa dimampatkan serta diperindah demi drama. Ini adalah film yang menangkap jiwa sebuah era sambil mengambil kebebasan luar biasa dengan faktanya.
Skor Akurasi Sejarah: 5/10
Scorsese menerapkan perpaduan yang sama antara keaslian atmosferik dan penemuan dramatis dalam Casino (1995) dan The Departed, keduanya mendasarkan cerita Hollywood pada dunia bawah yang benar-benar diriset.
Kerangkanya nyata — geng, kekumuhan, politik, kerusuhan. Tapi daging yang Scorsese pasang pada kerangka itu sebagian besar adalah ciptaan. Ini adalah mahakarya sinema dan sepucuk surat cinta yang penuh semangat untuk New York lama, tapi jangan jadikan ini buku teks.
Debat Akurasi dengan Tokoh Aslinya
Tanya langsung kepada tokoh nyata apa yang salah digambarkan Hollywood tentang kehidupan mereka.
Ngobrol dengan SejarahJangan lewatkan satu misteri pun
Dapatkan investigasi terbaru di kotak masukmu
Ulasan mendalam mingguan tentang kasus tak terpecahkan, Hollywood vs. sejarah, dan peradaban kuno. Tanpa spam. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.


